FAQ - Wawancara Kerja - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

FAQ - Wawancara Kerja

Bagaimana cara menghadapi tes wawancara/Interview? Berikut ini beberapa hasil diskusi yang dikumpulkan dari mailing list TentangQatar.

Ehm..berarti utk post yang senior staff yah interviewnya...
Sebagai info, utk post senior staff, written test hanya sebagai prequisite utk ikut interview. Judgementnya yah di interview itu; yang akan di evaluasi as follow but not limited to :
- english skill (verbal & writting)
- interpersonal skill (how to handle & solve the problem adalah satu kasus yang mudah utk mengetes ini)
- supervisory/managerial skill
- body language & appearance..., kasarnya cocok nggak sih dia ini jadi panutan utk yang lainnya?

Semoga bisa membantu utk perbaikan. Mohon maaf jika kurang berkenan.
(Fery Efendi)

Biasanya yg paling utama adalah kecocokan pengalaman + skill kia dengan kebutuhan perusahaan. Yang kedua adalah sikap kita. Banyak interviewer yg lebih memperhatikan cara kita menjawab dibanding isi jawabannya itu sendiri.
Selain itu, karena banyaknya pelamar, tentu saja perusahaan akan memilih best of the best.

Jadi kalau memang ada kekurangan di bahasa Inggris, sebaiknya latihan dulu dengan membuat semacam skenario interbiew dan berlatih di depan kaca. Lebih baik lagi kalau ada teman yang bisa diajak latihan interview.
(Syarif)

Sering terjadi (pd saya juga), user sedikit mengesampingkan skill kerja kita(pertanyaan wawancara). Krn mereka Tidak perlu lg menanyakan technical matter.

Attitude, gesture, kemampuan mengkomunikasikan apa yang Ada di kepala kita, managerial( untuk pos senior staff), bahkan karakter, adalah hal yang lebih "mewakili" diri kita dibanding technical knowledge.

Mereka akan memancing Diri Kita muncul apa adanya dengan pertanyaan...

Tentunya itu tidak Akan tersampaikan dengan baik jika kemampuan
Bahasa inggris kita tidak pd level yang sesuai dengan mereka harapkan.

Semoga membantu..
(Didaytea)

PD abis aja...itu kunci sukses...jgn grogi.... interview yg paling menentukan.
(Zaldi)

Faktor yg sangat menentukan di interview face to face yaitu “chemistry” dan “destiny”..karena jumlah posisi yg terbatas dibanding pelamarnya,interviewer terpaksa memilih ”yg paling cocok” dgn dia..interviewer jg kadang memaklumi keterbatasan bahasa inggris kita dan kelupaan di bbrp hal..kl udah waktunya,jodoh tak akan lari..
Selamat mencoba lagi di kesempatan berikutnya..
Wassalam..
(Hery)

Selain melakukan persiapan untuk menghadapi tesnya, juga jangan lupa untuk banyak berdoa.
menurut Ust. KH. Yusuf Mansyur, agar doa kita dikabulkan oleh Alloh di anjurkan melakukan:
1. Sholat malam
2. membaca Al qur'an
3. Memperbanyak shodaqoh
(Malikudin Mahbubi)

Jadi inget waktu test tesan dulu ....
Waktu jaman baru selesai sekolah ... ikutan tes kemana saja ..dan mengirimkan lamarn ke berbagai perusahaan, tapi hasilnya ehmmm ....
gak ada yang lolos tes ...
banyak lamaran yang tak dijawab ...jado kheki dah keluarin biaya buat perangko kilat he eh
Banyak test yang ..gagal kebanyakan di phisikotes .. bingung aku kalau disuruh nambah nambah pakai waktu
Ada juga yang sampai interview ...hasilnya sama gak lolos
Ada juga yang udah nego gajih .... eh entah kenapa gak ada panggilan lagi
Puyeng dah ...akhirnya tekad bulat nerusin extensen aja ..nanggung tinggal 44 sks ..tambah kewajiban jadi 60
Ehh baru kuliah 3 bulan... dari rumah telepon katanya ada orang nyariin buat kerja di RMI ..
Pas didatangi kantornya ... ujug ujug kasih job dengan gaji memadai di celegon ...
Ta datangi ke cilegon ternyata RMI bergerak di bidang maintenance service buat BP-Peni..
Alhamdullilah ...mendekamlah disana ...sambil nerusin extensen ...
Karena RMI kontraktor ...ngelamar jalan terus
testing kerja gagal terus...
nego gaji gak ada lagi yang ngelepel dengan RMI Bp-peni tea...
Tiga tahun kemudian dari RMI di surplus langsung ke BP-peni ...he he permanen cing di BP-Peni mungkin gara gara ketahuan lagi nego dengan Candra dan balongan...
Akhirnya berhenti lah lamar melamar yang tak pernah berhasil ... biarlah di BP-peni saja sambil nerusin exten yang gak kelar kelar juga...
Empat tahun kemudian saat krisis indonesia ..ada teman mita diantar ke shangrila hotel katanya ada walk test..
Karena teman tuh agak ndeso ..ya aku antar ke sana .
Sampai di shangrila hotel ketemulah dgn orang arab qatar ...
Lucu sekali kejadianya ...
Al fadaq ngumpulin semua surat lamaran dan berkas2 para pelamar ..
pas liat saya dia bilang ...kamu gak ngumpulin
saya bilang saya cuman antar teman ..
Kamu kerja apa ..katanya lagi
Instrument ....jawab saya
Oh ya kami butuh instrument kamu mau ikut test ...
sebetuknya mau juga tapi saya tak bawa berkas lamarn ...
Gak apa apa tulis aja data lengkap dan sedikit CV kamu ..
Dereddet aja saya tulis pakai tangan ..
waktu test .. tulis .... susah euy bahasa inggris , matematik, teknik umum dan teknik jurusan ..
He he untungnya .hampir 50% jawaban saya di bantu yang ngetes
Waktu test interview ... he he gampang kali
setelah nanya ..keluarga , bapa , ema and kerabat
interviewnya cuman ... di tanya berapa persen kamu tahu DCS, Analyser, filed instrument
dengan jujur saya bilang ...DCS 50%..Analyser 50% field instrument 100%
Ya okay kamu jadi instrument siapin pasport dan jaga kesehatan.
Dua bulan kemudian joint saya dengan qapco dan terdampar di qatar sampai sekarang ....dah sepuluh taun lebih ..

Dipikir pikir ternyata saya gak sempat dan tak pernah lolos tes penyaringan karyawan, lucu juga padahal pengalaman melamar dan test banyak sekali
(Ade Sanjaya)

Berdasarkan pengalaman saya:

1. Kunci utama adalah berdoa ... jangan minta diterima bekerja di sini tapi mintalah yang terbaik kepada Allah. Jadi diterima atau nggak itulah yang terbaik.
2. Pada interview terakhir biasanya oleh end user-nya. Pada tahap ini yang paling penting adalah selain kecocokan dengan pekerjaan juga kecocokan dengan user-nya. Jadi yang ini ada faktor subyektifnya. Sering interviewer-nya lebih dari satu orang, mereka akan mendiskusikan hasil akhirnya. Saran saya, jadilah diri sendiri jangan bergaya seperti orang lain. Karena kalau diterima maka 'diri anda sendiri' yang bekerja bukan 'orang lain'. Lebih aman.
3. Jadi pendengar yang baik. Sehingga bisa memahami apa yang diminta dan tahu apa yang harus ditanyakan waktu diberi kesempatan bertanya. Ini penilaian inisiatif.
(Hari Suprayitno)

Tidak ada komentar:

Post Top Ad