Visa On Arrival, finally granted
Submitted by Zuhair on Tue, 05/01/2010 - 21:12
Lika liku Qatar resident non-engineer berkunjung ke UAE
Liburan sekolah di dua minggu terakhir bulan lalu memberikan banyak pengalaman buat kami sekeluarga, karena mendapat rezeki berwisata ke UAE. Namun pengalaman yg penting, menurut saya, yang perlu dibagi di forum ini adalah sesuai judul di atas, adalah cara masuk ke negara UAE itu sendiri.
Sebelum berangkat, saya sudah melakukan survei ke berbagai sumber, tanya teman/pihak berwenang, browsing internet, baca majalah, etc, mengenai syarat untuk masuk (entry permit) negara UAE. Yang paling banyak diinformasikan adalah buat resident negara GCC yang mempunyai profesi yang "tinggi" (tercantum di ID card) seperti engineer, dokter, manager, akuntan dan auditors, mereka berhak masuk cukup dengan menggunakan Visa On Arrival (VOA).
Nah, profesi saya sebagai "Senior Buyer atau Kabeer Mustareen" di ID card, tidak termasuk dari kategori "profesi tinggi" tersebut. Profesi saya yang tidak umum ini kemudian saya pertanyakan ke pihak berwenang, mulai dari Kedubes UAE di Doha, Kantor imigrasi UAE di Dubai, maskapai penerbangan (Emirates, Flydubai dan Air Arabia). Hanya kantor imigrasi dan maskapai Air Arabia yang mengkonfirmasikan secara verbal bahwa profesi saya termasuk "profesi tinggi" yang berhak mendapat VOA. Sedangkan Kedubes UAE di Doha menjawab "no comment, please ask airlines". Dari Emirates Airlines diperoleh jawaban "your profession is not in our list". Flydubai bahkan dengan tegas menjawab email saya "Your profesion is not eligible for VOA, we will not allow you to board the aircraft, even if you have purchased the ticket online".
Dari jawaban-jawaban di atas, saya mengambil keputusan untuk berangkat dengan menggunakan maskapai Air Arabia, walaupun dengan konsekuensi harus menambah waktu dan biaya sesampainya di sana, karena mendaratnya bukan di Dubai (dimana kami berencana menginap), tapi di Sharjah. Tapi sebelum membeli tiket pesawat, saya melakukan double-check kelayakan profesi
saya mendapatkan VOA ke pihak Air Arabia, dengan mendatangi langsung kantor mereka di sekitaran Arab R/A. Kali ini branch dan airport managernya langsung memberikan konfirmasi bahwa mereka telah mengecek langsung ke pihak imigrasi di Sharjah untuk kelayakan profesi saya dan menganjurkan segera membeli tiket, yang saya langsung lakukan.
Dari sisi lain, logika saya mengatakan bahwa kategori profesi tinggi pasti berhubungan dengan penghasilan. Jadi saya siapkan saja salary certificate dari kantor, sebagai referensi resmi apabila dibutuhkan pihak imigrasi/ maskapai penerbangan.
Singkat cerita, kami memulai "percobaan" ini di bandara Doha. Petugas check-in Air Arabia menanyakan visa saya saat memeriksa passport saya. Tidak yakin dengan jawaban saya mengenai VOA, dia mencari kepastian dari seorang petugas, yang ternyata adalah Airport Manager dari Air Arabia yang sebelumnya telah memberikan konfirmasi lisan ke saya. Setelah saya mengingatkan konfirmasinya sebelumnya, sang manajer teringat dan langsung meminta stafnya untuk memproses boarding pass kami sekeluarga.
Perjalanan singkat 45 menit ke Sharjah tidak terasa, namun proses entry memakan waktu lebih lama dari itu. Selain karena tidak ada petunjuk yang jelas terpasang, juga petugas customer service yang ditanyai, memberikan jawaban yang kurang akurat. Ternyata yang pertama harus dilakukan adalah verifikasi kelayakan mendapatkan VOA, yang dilakukan di salah satu sudut ruangan imigrasi counters, bukan di counters-nya sendiri. Ini tahap yang paling menentukan. Sekali lagi, petugas imigrasi tidak langsung yakin dengan profesi saya, apa layak atau tidak mendapatkan VOA. Dia men-interview singkat tentang pekerjaan saya. Saya jawab dengan meyakinkan, namun saya rasa dia baru teryakinkan setelah saya mengeluarkan senjata pamungkas, salary certificate, yang setelah dibacanya langsung diikuti dengan memberikan form VOA.
Setelah mengisi form VOA, kita perlu membeli sticker, yang sebenarnya adalah tanda pembayaran VOA tersebut. Sticker ini dibeli di sebuah money exchanger yang ditunjuk pihak imigrasi. Saya agak heran, kenapa sticker dibeli di situ, bukan langsung di imigrasi-nya. Oleh petugas exchanger diperoleh alasan lucu tapi logis, pihak imigrasi tidak mau repot dengan urusan uang kembalian. Karena pake jasa pihak ketiga, yah logis juga kalau sticker yang resminya seharga AED 100/orang saja, dijual AED 108 oleh pihak exchanger.
Langkah selanjutnya, eye scan. Ini diwajibkan untuk orang dewasa saja. Prosesnya singkat dan simple. Mata si-scan dengan alat khusus, setelah data terekam, form VOA dicap dan kami dipersilahkan ke counter imigrasi untuk mendapatkan entry stamp di passport.
Ternyata, di sini kembali lagi profesi saya, yang sepertinya tidak ada dalam database imigrasi, menjadi memperlambat proses. Si petugas, kembali harus menanyakan hal ini ke atasannya. Untungnya atasannya lebih familiar dengan istilah-istilah profesi bisnis, dan langsung menjawab bahwa saya layak dapat bintang, eh VOA...
Akhirnya setelah menunggu sekitaran 20 menit, akhirnya kami berhasil melewati counter imigrasi dan lega untuk segera memulai perjalanan liburan sesungguhnya...
Welcome to UAE.



Post new comment