Ustadz “Umroh & Haji”
Submitted by TentangQatar on Sun, 05/09/2010 - 06:12
Rasanya sebagian besar warga Indonesia di Qatar mengenal pria yang satu ini, terutama warga muslimnya. Ia tidak hanya dikenal warga Indonesia, tetapi juga dikenal oleh warga muslim serumpun yang berasal dari Malaysia dan Singapura yang berdomisili di Qatar. Nama lengkapnya adalah Nizamul Fakri Safiruddin atau lebih dikenal dengan panggilan akrab Ustadz Nizam.
Berasal dari Aceh, Ustadz Nizam mendarat di Qatar pada Januari 2003, setelah melalui proses seleksi penerimaan yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu sebelumnya. Proses seleksi diikuti oleh lebih dari 100 orang peserta yang dilakukan langsung oleh utusan Qatar yang sengaja datang ke Jakarta. Seleksi dilakukan secara lisan dan menggunakan bahasa Arab, meliputi bacaan Al Quran, Adzan, Fiqh Islam, Aqidah, dan pemikiran. Sebanyak 8 orang peserta dinyatakan lulus untuk berangkat ke Qatar pada saat itu dan salah satunya adalah Ustadz Nizam. Namun dari 8 orang yang sampai di Qatar, saat ini yang tersisa 6 orang lagi, sisanya kembali ke Indonesia dengan beberapa alasan.
Sebelum ke Qatar, Ustadz Nizam sempat belajar Al Quran di Pakistan dan Srilanka, belajar bahasa Arab di Jakarta, dan mengajar di Pondok Pesantren Al Hikmah, Depok. Niat utamanya selain bekerja menjadi takmir masjid adalah belajar dengan ulama-ulama yang ada di Qatar, terutama Sheikh Yusuf Al Qaradawi. Masjid-masjid yang pernah menjadi tempat bertugas Ustadz Nizam adalah di wilayah Wakra, Ain Kheled dan Bin Omran.
Selain bertugas di Masjid, Ustadz Nizam dalam beberapa tahun terakhir memiliki kesibukan lain, yaitu mengkoordinir warga Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah Umrah dan Haji. Sehingga Ustadz Nizam lebih dikenal sebagai “Ustadz Umrah & Haji”, dan menjadi referensi bagi warga Indonesia dan serumpun yang ingin melaksanakan ibadah tersebut. Menurutnya, banyak warga Indonesia yang berdomisili di Qatar masih awam tentang prosedur pendaftaran, keberangkatan/kepulangan, dan tata cara pelaksanaan ibadah Umrah dan Haji. Walaupun ada juga sebagian yang sudah memiliki pengalaman dan pemahaman yang baik tentang pelaksanaan ibadah Umroh dan Haji melalui Qatar.
Banyak suka dan duka yang dialami Ustadz Nizam dalam membantu warga Indonesia melaksanakan ibadah Umrah dan Haji. Dukanya antara lain adalah keluhan mengenai harga, hotel, pelayanan yang kurang memuaskan sampai sarana transportasi yang digunakan oleh Hamlah. Tahun ini merupakan yang paling berat cobaannya, mengingat beberapa masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah Umrah. Sehingga membuatnya sempat down dan melakukan introspeksi diri atas kejadian tersebut. Sukanya adalah apabila ada jamaah yang menyampaikan secara langsung karena merasa terbantu dan puas dengan jasanya, “sangat menyejukkan hati”, katanya.
Ustadz Nizam ternyata memiliki cita-cita yang dipendamnya sejak lama, bersama istrinya ia ingin mendirikan dan mengelola pondok pesantren di Indonesia. Karena ingin mandiri dalam merealisasikan niat tersebut, ia pun mendirikan usaha di Indonesia dan Qatar untuk membiayai pendirian pondok. Usaha yang hasilnya diharapkan dapat membantunya segera mewujudkan niat mulia tersebut. Semoga Allah SWT memberi kemudahan dan meridhoi setiap langkahnya dalam menjalankan usaha dan cita-citanya.



Post new comment