Friday September 3 2010
Produk Indonesia di Qatar

Dalam tiga bulan terakhir ini sudah bertambah dua restoran yang menjual makanan Indonesia, Restauran Jakarta dan yang baru saja dibuka yaitu Griya Solo. Keberadaan restoran tersebut semakin menambah alternatif pilihan restoran bagi warga Indonesia, selain yang sudah ada selama ini. Masing-masing memiliki menu andalan, ciri khas dan kiat-kiat tersendiri untuk menarik minat warga indonesia di Qatar ataupun bangsa lain yang menggemari masakan Indonesia. 

Terus bertambahnya jumlah warga Indonesia merupakan peluang besar bagi para pelaku usaha yang jeli memanfaatkan kondisi tersebut. Namun apakah hanya restoran Indonesia? Apakah ada produk asli bangsa Indonesia di Qatar ? Kalau kita mau jeli mencari dan memperhatikan, ternyata sudah beberapa produk Indonesia yang dijual dan dapat ditemukan di negeri kaya ini. Produk yang paling terkenal dan mudah didapatkan, juga disukai oleh penduduk jazirah Arab adalah mie instan. Walaupun rasanya berbeda dengan yang dijual di Indonesia, karena sudah disesuaikan dengan lidah bangsa Arab. Pemilik produknya pun membangun pabrik di Arab Saudi, sehingga memudahkan distribusi dan promosinya. Hampir setiap pasar swalayan besar dan sebagian besar mini swalayan di Qatar menjual produk ini. 

Sama seperti di Indonesia, makan mie kalau tanpa saus rasanya kurang lengkap, sehingga produk saus sambal pun juga tidak sulit mendapatkannya di Qatar. Memang beberapa produk makanan dan minuman sudah mulai mudah didapatkan di Qatar seperti, kecap manis, margarin, kacang kulit, kerupuk, kopi dan minuman teh dalam kemasan. Hanya saja produk-produk tersebut dipasarkan di mini swalayan milik para pengusaha Indonesia di Qatar, belum merata ke seluruh pasar swalayan. Dibandingkan produk dari India, Philipina, Malaysia, Vietnam dan Thailand, yang mudah ditemui, produk Indonesia masih belum tersebar merata. 

Hal yang menggembirakan adalah ada produk yang memang diproduksi langsung di sini, yaitu tahu dan tempe. Di Jepang, tempe sudah menjadi makanan yang sangat umum dan mudah ditemui di mana-mana. Kemasan tempe seberat 200 gram dengan label Rusto’s Tempeh bergambar ilustrasi suasana kehidupan kampung di Jawa, produksinya sehari mencapai 16.000 bungkus tempe yang tersebar di pasar swalayan di kota-kota hampir seluruh Jepang. Sehingga Rustono secara bergurau dijuluki King of Tempe oleh teman-teman Jepangnya. Alangkah indahnya jika hal ini juga terjadi di Qatar dan jazirah Arab, mengingat banyaknya jumlah warga Indonesia di sini. 

Duta Besar Indonesia di Qatar, almarhum Bapak Rozy Munir dalam sebuah pameran pernah mengungkapkan bahwa 80% produk, khususnya pangan di Qatar diimpor dari luar. Dari dalam negeri Qatar sendiri hanya menutupi sekitar lima persen kebutuhan pangan tersebut, sehingga peluang produk-produk Indonesia masih sangat besar. Hal ini merupakan tantangan dan peluang bagi para pengusaha Indonesia di Qatar dan mereka yang berminat menjadi pengusaha. Selain produk makanan berdasarkan informasi dari beberapa rekan, produk tekstil, furniture dan peralatan rumah tangga dapat juga ditemui di beberapa toko. Mungkin sudah lebih banyak lagi produk-produk lain, hanya saja penulis belum mendapatkan info lengkapnya. 

 Produk Indonesia yang diminati langsung oleh Emir Qatar Sheikh Hamad Bin Khalifa Al Thani adalah pesawat CN 235. Pada saat kunjungannya ke Indonesia tanggal 19 Mei 2009, Yang Mulia menyampaikan keinginan tersebut langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Berapa banyak dan apakah terealisasi rencana tersebut, hanya PT Dirgantara Indonesia dan Pemerintah yang mengetahuinya.

No votes yet