Friday September 10 2010
Mulailah Hari Ini dengan Membaca
..... a study found that children in Qatar read only a quarter of a page per year. (The Peninsula)

Qoute di atas yang diambil dari salah satu koran lokal menunjukkan begitu rendahnya minat baca di kalangan anak-anak di Qatar. Sebuah fakta yang sangat memprihatinkan.  Bayangkan, dalam setahun, rata-rata anak di Qatar hanya membaca seperempat halaman saja. Ini jauh tertinggal dari negara-negara maju seperti US (11 buku per tahun) atau pun UK (8 buku per tahun). Padahal, sudah sangat umum diketahui bahwa majunya peradaban biasanya berbanding lurus dengan tingginya budaya baca penduduknya. 

Bangsa Jepang yang bisa keluar dari keterpurukannya setelah kalah dalam perang dunia kedua, menerbitkan setidaknya 100.000 judul buku baru per tahun. Di kereta-kereta api di Tokyo kita dengan mudah menemukan para penumpang asyik membaca bukunya masing-masing.
Contoh lainnya adalah India. Negara yang kini sangat maju dalam bidang IT (information technologi) menerbitkan setidaknya 60.000 judul buku baru per tahunnya. Industri perbukuan India sangat maju. Peritiwa pameran buku di Calkuta India termasuk pameran buku yang ditunggu-tunggu industri perbukuan dunia. Pameran di Calkuta ini setidaknya menjadi sepuluh besar pameran buku di dunia. (Blog Pesta Buku Jakarta)

Usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas membaca di Qatar juga tidak sedikit. Mulai dengan mendatangkan banyak buku dengan menggairahkan toko-toko buku. Tiga tahun yang lalu, hanya ada satu toko buku yang menjual buku berbahasa Inggris dengan jumlah terbatas di Doha, yaitu Jarir. Tetapi sekarang sudah bisa temukan i-Spy, Virgin, Cabang baru Jarir di Ar Rayan, dan beberapa toko yang dulunya hanya menjual buku berbahasa Arab, sekarang sudah mulai menjual buku berbahasa Inggris.

Selain itu, setiap tahun pemerintah menyelenggarakan pameran buku yang jumlah standnya semakin banyak dan variatif. Walaupun tetap didominasi oleh buku-buku berbeahsa arab, buku -buku berbahasa Inggris juga meningkat dari sisi jumlah judul dan stand. Bahkan beberapa stand menjual juga buku berbahasa Perancis, Indonesia, India dan Filipina. Tidak ketinggalan kedutaan Jepang dan USA yang menampilkan buku-buku terbitan negara-negara tersebut. Saudi Arabia selama ini tidak pernah absen dan selalu menempati lokasi terdepan. Di sini selalu ada tersedia Al Quran yang dibagikan secara gratis.

Pameran ini cukup meriah dan ramai, walaupun tidak sampai sesak seperti yang sering disaksikan di pameran buku di Indonesia. Minat pengunjung untuk membeli buku juga tinggi dengan banyaknya tas kresek yang ditenteng keluar dari pameran. Tetapi bagaimana perlakuan terhadap buku itu setelah sampai di rumah? Apakah dibaca atau sekedar penghias lemari buku? Mengingat pameran ini sudah diadakan dua puluh kali, mudah-mudahan akan kelihatan impactnya. Walaupun untuk merubah budaya memang membutuhkan waktu yang lama.

Sebagaimana ayat pertama Al Quran yang diturunkan berisi tentang perintah untuk membaca, tidak ada salahnya kita buka hari pertama di tahun 2010 ini dengan membaca. Selamat embaca.

Your rating: None Average: 3 (1 vote)