Tuesday February 7 2012
Kemeriahan Ramadhan di Qatar

Menjalankan ibadah puasa di negeri orang merupakan pengalaman yang semakin memperkaya khasanah kebudayaan dan keagamaan bagi seorang muslim. Tidak terkecuali di negara Qatar, yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan memiliki ikatan kuat dengan kebudayaan Arab tentunya. Budaya Arab, Islam dan pengaruh unsur-unsur budaya dari penduduk Qatar yang berasal dari berbagai negara dan bangsa semakin membuat suasana Ramadhan yang berbeda dengan negeri kita.
Ramadhan kali ini bagi mereka yang bukan warga jazirah Arab merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan, karena saat ini di Qatar sedang musim panas dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Rata-rata suhu yang tercatat di atas 40 derajat celcius sejak awal Ramadhan dan diperkirakan akan berkisar pada angka tersebut sampai berakhirnya bulan Ramadhan kali ini. 

Sehingga penduduk Qatar banyak yang melakukan aktifitasnya pada sore hari sampai menjelang sahur. Setelah shalat taraweh biasanya banyak kegiatan yang dilakukan oleh penduduk Qatar sampai tengah malam hingga dini hari. Kehidupan yang sebenarnya memang baru menggeliat pada waktu-waktu tersebut. Jalanan, pasar, hotel, restauran, pusat perbelanjaan dan pasar swalayan banyak dipenuhi oleh mereka yang melakukan aktifitas. >
Beberapa pasar swalayan membuka gerainya sampai pukul 01.00 dinihari dan beberapa restauran mengakhiri aktifitasnya sampai menjelang waktu sahur berakhir untuk mengakomodasi aktifitas tersebut. Jika di Indonesia kita hanya mengenal buka puasa bersama, maka di Qatar ada juga kegiatan sahur bersama yang biasanya dilakukan di hotel-hotel oleh beberapa kalangan.

Sama halnya dengan di Indonesia, acara buka puasa bersama juga banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga atau yayasan milik pemerintah dan perusahaan swasta. The Sheikh Thani Bin Abdullah Al Thani's Foundation for Humanitarian Services (RAF) mengadakan acara buka puasa bersama bekerjasama dengan komunitas muslim Nepal, Malaysia, Philipina, Indonesia, Pakistan, Srilanka, Bangladesh dan India. The Qatar Charity membuat 6 tenda besar dengan kapasitas 1000 orang setiap tenda, yang menyediakan hidangan berbuka puasa setiap hari selama bulan Ramadhan di beberapa wilayah. >
Qatar Islamic Cultural Centre (Fanar) mengadakan program yang comprehensif bagi kalangan non muslim dan mereka yang tertarik untuk lebih mengenal Islam. Fanar merupakan salah satu lembaga pemerintah yang sangat mendukung dan banyak membantu kegiatan masyarakat muslim Indonesia di Qatar. Qatar Guest Centre pada kesempatan kali ini mengundang intelektual muslim seperti Dr. Zakir Naik, pendiri Islamic Research Foundation (IRF) dan Dr. Daud Abdullah, Director of Middle East Monitor untuk menyampaikan kuliah umumnya bagi kalangan muslim dan non muslim pada tanggal 13 dan 20 Agustus 2010. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan orang yang memenuhi tenda besar yang disiapkan panitia penyelenggara.

Masyarakat Indonesia di Qatar yang diorganisir oleh IMSQA-Permiqa, seperti tahun-tahun sebelumnya pun memeriahkan bulan Ramadhan dengan mengadakan kegiatan Safari Ramadhan sejak awal sampai dengan akhir Ramadhan. Panitia juga akan menyelenggarakan Kajian Ramadhan untuk remaja tanggal 27-29 Agustus 2010. Tahun ini panitia yang dikoordinir oleh Ustadz Sudirman mendatangkan Ustadz Muharrar Mahfudz Mujtaba, Ustadz Farid Uqbah dan Ustadz Koswara Effendi dari Indonesia. Para Ustadz berkeliling ke lokasi-lokasi komunitas Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Qatar, dari Al Khor sampai Dukhan. Kedatangan para Ustadz tersebut diharapkan memberikan nuansa lain dan menambah wawasan keislaman bagi warga Indonesia di Qatar.

No votes yet

Post new comment

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.