Friday May 18 2012
Reply to comment

Chowking - Resto Pinoy pengobat rasa rindu Bakmi GM

Penasaran dengan saran sodara bahwa ada dimsum yang enak dan murah dari pada Thai Snack Al Saad, akhirnya semalam kesampaian juga makan di Chowking. Lokasinya di Salwa Road, dekat Al Elaj Medical Centre, di belakang Ramada Hotel (koordinat N 25 16.443, E 51 30.842). Jadi kalau dari C Ring Road arah airport - Al Saad, belok kanan di Ramada roundabout, resto ada 300 m di sebelah kanan sebelum roundabout selanjutnya.

Kesan pertama setelah masuk: banyak Pinoy. Ya iyalah, maklum emang Resto ini ngetop banget di Manila. Apalagi salah sati pemiliknya adalah Fidel Ramos mantan Presiden Pinoy. Tatak letak meja dan kursi juga sangat khas Asia, hampir sama dengan restoran bakmi di Jakarta. Menunya juga khas Asia, didisain dengan bagus, dan ada foto menu dan harga yang jelas. Begitu masuk langsung disambut dengan keramahan pelayanan Asia. Kebetulan lagi rame-ramenya, tapi On Duty Manager dengan sigap langsung mencarikan tempat buat kami. Dia juga tidak sungkan membersihkan meja, dan memberi penjelasan tentang menu yang menjadi favorit. Apalagi tahu bahwa kami dari Jakarta, langsung deh dia cerita bahwa originally menu-menu Chowking diambil dari masakan Chinese - Indonesia.

Menunya bervariasi dari beraneka ragam mie berkuah (lukmien), mie tanpa kuah (chowmien), menu seafood dan ayam, nasi goreng (Chaofan), dan menu Chinese food lainnya seperti cap cay dan tofu. Saya akhirnya memesan 1 porsi siomay, 1 porsi lumpia ayam, 1 ifu mie, dan 1 es teh susu (hehehehe... kalap yah). Istriku tadinya mesan nasi capcay, tapi batal karena tahunya sudah habis. Jadinya mesan nasi ayam asam manis. Seperti untuk anak2 dipesankan bakmi masak daging sapi. Sambil nunggu pesanan datang, saya memperhatikan bahwa restoran lagi penuh, kebanyakan pinoy, beberapa pengunjung warga negara lain, dan hanya kami sekeluarga orang Indonesia.

Rupanya pelayannya tau bahwa kami mesan tidak pake "lama". Tidak sampai 10 menit, semua pesanan sudah tersedia di meja. Yang pertama dicoba adalah dimsum-nya. Rasanya lembut, lebih cocok dengan lidah dan tidak terlalu banyak lada seperti di Thai Snack. Apalagi dicocol dengan saus asam manis, tambah nikmatlah rasanya. Untuk lumpia ayam, rasanya biasa saja. Kemudian beralih ke ifu mie: bakmie digoreng garing dan disiram cap cay. Nah, ini juga istimewa rasanya. Mienya kering seperti kerupuk, jadi keingat mie titie' yang ngetop di Makassar. Kemudian sayurannya juga renyah, dimasak pas tidak terlalu lama atau terlalu cepat. Biar lidah lebih bergoyang, saya menambahkan sambel tumis dan perasan air jeruk nipis. Hhhhmmmmm, alamak rasanya manstaf.

Menurut istriku, rasa nasi ayam asam manisnya lumayan juga rasanya. Cuman katanya kemanisan. Jadi saya batal untuk mencoba. Lebih baik menyuap anak dengan bakmi masak daging sapi sambil curi-curi satu dua sendok :) Ini rasanya pasti enak, soalnya Sophie dan Kayra lahap banget makannya. Biasanya mereka susah makan, tapi kali ini suap demi suap masuk ke mulut mereka tanpa hambatan sedikit pun. Apalagi dagingnya lembut dan manis sedikit, bikin kedua anak saya merem melek (kayaknya yang ini berlebihan, heheheh).

Untuk semua menu di atas, total damage-nya QAR 84 (ini khas penulisan milis Jalan Sutra). Harga per menu maksimum QAR 20 per porsi. Dimsumnya hanya QAR 8/porsi isi 4 potong. Mungkin harga, dan so pasti rasa, yang membuat resto ini penuh terus. Bisa dijadikan alternatif selain resto-resto Indonesia dan Thailand. Sangat direkomendasikan untuk keluarga dengan alasan:
- bersih & higenis
- harga murah
- rasa mastaff
- pelayanan ramah

Silahkan liat website-nya di: http://chowking-me.com/index.html

Wassalam,
Daeng Igo

Your rating: None Average: 5 (1 vote)

Reply

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.