Msheireb Museums: Mutiara Terpendam di Pusat Kota Doha - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Msheireb Museums: Mutiara Terpendam di Pusat Kota Doha


Walaupun Msheireb Museums ini sudah buka dua tahun yang lalu, tempat wisata ini masih kurang dikenal, bahkan oleh warga yang sudah tinggal di Qatar. Padahal museum-museum ini (ada lebih dari satu museum) merupakan tempat yang sangat menarik, tidak hanya untuk dewasa, tetapi juga untuk anak-anak.

Dengan melihat namanya -- Msheireb Museums --, dapat dengan mudah ditemukan di tengah-tengah bangunan Kota Msheireb yang sedang proses pembangunan. Ada banyak penanda arah yang menunjukkan lokasi museum-museum ini. Cukup dengan mengarahkan kendaraan ke arah Souq Waqif, maka tanda-tanda tersebut akan terlihat. Paling mudah adalah dengan menyusuri Rayan ROad menuju Souq Waqif, dimana akan ditemukan Diwan Emiri di kiri jalan. Bila ketemu lampu merah, tinggal belok kanan dan kanan lagi, maka ada penunjuk arah ke lokasi parkir.

Dari tempat parkir, kita harus menyeberang gang untuk mendapati museum pertama. Tandanya tidak terlihat jelas, sebaiknya bertanya kepada security yang dengan senang hari menunjukkan arah.

Sesuai namanya, museum ini terdiri dari empat gedung, yaitu Bin Jelmood House, Company House, Radwani House dan Mohammed bin Jassim House. Sebaiknya menyediakan waktu paling tidak dua jam untuk menyusuri semua gedung.

Bin Jelmood merupakan rumah pertama, yang merupakan museum tentang perbudakan. Kesan pertama kami agak pesimis tentang museum ini. Apa yang mau dilihat? Ternyata meseum ini didesain dengan sangat baik untuk menunjukk sejarah tentang perbudakan dari zaman dahulu ke kondisi saat ini, dari seluruh dunia. Museum ini menggunakan banyak teknologi audio visual untuk mengganbarkan suasana perbudakan seakan kita terbawa ke kondisi saat itu.

Saat ini (Desember 2017) museum Bin Jelmood juga sedang mengadakan pameran tentang DNA-Journey to The Heart of Life. Pameran ini sendiri menceritakan tentang ilmu DNA, keturunan, penyebaran etnis dan budaya, sampai dengan kegunaannya untuk pengobatan. Ada banyak permainan yang juga bisa dinikmati anak-anak.

Museum kedua adalah Company House yang menampilkan sejarah tentang perusahaan minya pertama di Qatar. Ada banyak barang-barang jadul yang ditampilkan di sini, termasuk beberapa dokumen yang dapat menggambarkan kondisi saat itu, dimana Qatar masih menggunakan mata uang Rupee.

Rumah yang paling kecil diantara yang lain adalah Radwani House. Radwani House sendiri dibangun tahun 1820. Bangunan ini dibangun kembali sebagai cagar budaya. Beberapa bagian dari sisa-sisa bangunan lama juga dipertahankan untuk memperlihatkan bagaimana kondisi rumah tersebut sebelum dibangun kembali. Museum ini menampilkan kehidupan sehari-hari keluarga Qatari dahulu kala. Kita bisa masuk ke ruang tidur, dapur, ruang utama, dan lain-lain.

Rumah terakhir adalah Mohammed bin Jassim House yang merupakan rumah dari anak dari pendiri Negara Qatar. Museum ini menampilkan banyak barang-barang dan foto-foto mengenai Doha, seperti cerita tentang hotel pertama, bank pertama, toko obat pertama dan lain-lain. Sehingga kita bisa membayangkan kondisi Doha beberapa puluh tahun yang lalu.

Yang menarik juga adalah kita bebas berfoto ria di museum-museum tersebut.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad