Masih Perlukah KPK? - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Masih Perlukah KPK?



Nun jauh di sana, di Indonesia sedang ramai berita mengenai pejabat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang diduga melakukan pelanggaran hukum, serta pernak-pernik keterlibatan beberapa pihak lainnya dalam kasus "Cicak-Buaya" ini.

Tulisan ini tidak ingin menyoroti masalah yang sudah banyak diperbincangkan di koran dan televisi Indonesia. Tetapi hanya ingin menyampaikan hasil kaporan terbaru dari lembaga Transparency International yang baru saja merilis Corruption perception Index untuk tahun 2009.

Qatar boleh berbangga sebagai negara yang menduduki rangking tertinggi di timur tengah sebagai negara yang sangat jauh dari korupsi. Bersama dengan Singapura, Hongkong dan Jepang sebagai wakil dari benua Asia, tahun ini Qatar menduduki rangking 22 dari 180 negara. Angka ini terus menunjukkan peningkatan dari tahun 2007 (rangking 32)  dan tahun 2008 (rangking 28).

Tidak heran, bila belum lama berselang, di Doha, ibukota Qatar juga baru saja diselenggarakan konferensi anti korupsi sedunia "the United Nations Convention against Corruption (UNCAC)" yang dihadiri oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Pertemuan ini menhasilkan sebuah kesepakatan untuk pengimplementasian anti-korupsi. Paling tidak Doha sudah mulai dikenal sebagai tempat awal dimana kesepakatan anti-korupsi berlangsung.

Sejauh ini memang terlihat penerapan hukum di Qatar memang cukup tegas. Polisi menunjukkan wibawanya dengan menerapkan hukum tanpa pandang bulu. Bila ada kecelakaan atau kemacetan, dengan sigap langsung datang untuk membantu. Begitu juga di perkantoran, apabila ada yang melakukan pelanggaran kode etik dan conflict of interest, langsung dilacak dan disidang. Apakah di Qatar ada lembaga seperti KPK? Sepertinya tidak.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia memang tidak sebagus Qatar yang menduduki posisi 111 dari 180 negara. Ditengah-tengah, kurang lebih. Kalaupun dibandingkan dengan tetangganya, Singapura (3), Malaysia (56) dan Thailand (84), memang Indonesia terlihat agak ketinggalan. Tetapi bila dibandingkan dengan Filipina (139) dan Vietnam (120), Indonesia masih lebih baik. Tentu saja Indonesia harus terus mengejar ketertinggalannya. Salah satu janji Presiden SBY pada pemerintahaan yang sekarang pun adalah pemberantasan korupsi.

Bila kita tengok sedikit ke belakang, tahun 2007 menduduki posisi 143, sedangkan tahun 2008 Indonesia mendapatkan rangking 126 yang berarti ada perbaikan. Selanjutnya, kita juga bisa melihat index yang diberikan ke Indonesia juga menunjukkan peningkatan, yaitu 2.3 (2007), 2.6 (2008) dan 2.8 (2009). Jadi, kalau kita kembali pertanyaan di atas, kelihatannya Indonesia masih butuh KPK untuk terus megurangi tingkat korupsinya.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad