Tentang Qatar - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Tentang Qatar

Setiap bekunjung ke rumah saudara atau kerabat, selalu aja muncul pertanyaan yang kurang lebih mirip mengenai situasi dan kehidupan di Qatar. Tetapi ternyata sebagian besar masih belum tahu pasti Qatar itu ada dimana, atau malah lebih sering tertukar dengan negara lain di teluk. "Bagaimana rasanya tinggal di Kuwait?", "Qatar itu negara sendiri atau bagian dari Saudi, sih?", "Jadi kamu sekarang tinggal di Dubai toh?", "Sudah berapa lama di Mesir?" dan beberapa pertanyaan lain yang bernada sama sering muncul saat kami ngobrol santai. Kadang-kadang ada juga yang cukup tahu, tetapi tetap gagal dalam menyebutkan negara Qatar, dengan pengucapan yang kurang pas, seperti "Kuatar" atau malahan "Tartar" he he he

Dan aku pun kembali harus bercerita dari awal mengenai kondisi Qatar dan seluk beluk kehidupan di Qatar. "Begini lho, Pak Dhe, Bu Dhe, Om, Tante, Qatar itu adalah kerajaan sendiri dengan ibu kota Doha". Begitu aku memulai ceritaku. "Lokasinya di sebelah timur Saudi Arabia, tapi kalau ke Mekah ya... jauh. Sekitar 24 jam naik bus. Nah, kalau ke Dubai memang relatif lebih dekat. Kalau Dubai tahu, kan? Itu lho kota yang ada gedung Hotel Bintang Tujuh itu lho...." Yang biasanya langsung ditimpali dengan kata-kata "oalah... koq yo mirip merk puyer..."

Populasi Qatar belum mencapai 2 juta orang. Jadi kalau dibandingkan dengan Jakarta ya jauh banget. Konon penghuni Jakarta di siang hari berjumlah puluhan juta orang. Karena cadangan gas yang melimpah, wajar per kapita Qatar saat ini termasuk sangat tinggi. Walaupun dari sisi luas wilayah, negara ini sangatlah kecil. Kalau di globe cuma digambar jadi titik saja.

Ada banyak WNI yang bekerja di Qatar, baik di sektor formal maupun informal. Mungkin jumlah WNI di Qatar saat ini sudah mencapai 30 ribu orang. Mereka tersebar di beberapa kota utama di Qatar, yaitu Doha/Arrayan, Wakra/Messaieed, Dukhan/Zekreet dan Al Khor/Ras Laffan. Tidak hanya bekerja di sektor minya/gas saja, tetapi banyak juga WNI yang berada di sektor konstruksi, perhotelan, kesehatan, pariwisata dan lain-lain.

Pemerintah Qatar sedang giat-giatnya membangun infrastruktur. Sehingga memang jalan-jalan utama di Qatar mulus-mulus. Tetapi di lain sisi, pertumbuhan jumlah kendaraan juga cukup tinggi, karena transportasi publik yang masih terbatas. Hal inilah yang membuat kota Doha perlahan-lahan mulai terkena macet, terutama pada jam-jam sibuk.

Hiburan memang tidak sebanyak Jakarta yang punya mal yang sangat banyak dan fasilitas hiburan di setiap pojok kota. Paling tidak ada beberapa mal di Qatar, seperti Villagio, City Center, Landmark plus beberapa mal kecil lainnya. Ada juga mal lain yang sedang dibangun, termasuk mal dengan panjang 8km. Sedangkan fasilitas hiburan banyak yang sedang dibangun untuk memenuhi visi Qatar sebagai salah satu tujuan wisata di Timur Tengah.

Makanya, Pak Dhe, Bu Dhe, Om, Tante, baca aja tentangqatar.com, ya.....

Tidak ada komentar:

Post Top Ad