Pahlawan Devisa - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Pahlawan Devisa

Warnet di Bekasi, hampir jam 9 malam WIB. Sejak sampai di Indonesia akses internet jadi sulit, padahal banyak penawaran bagus dari macam2 ISP. Tapi memang untuk bisa settle butuh waktu. Beberapa hari ini aku hanya bisa menikmati internet dari layar 2inch HP-ku. Jadi baru hari ini aku bisa menikmati internet "layar lebar", itu pun di warnet hiks....

OK. Aku akan mulai ceritaku begitu pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hatta. Setelah menikmati layanan Emirates yang terhitung bagus, akhirnya pesawat Boeing itu pun bisa mendarat dengan sangat soft. Kata temanku "Pilotnya psti orang Indonesia (hi... ge-er)"

Begitu sampai dibandara, kami langsung mengantri di imigrasi dan melaluinya dengan mulus. Berbeda dengan rekan-rekan TKI yang sempat bercerita kepada kami saat menunggu bagasi. Ada yang dimintai 500 ribu karena kehilangan arrival form dan ada yang harus merogoh kocek sebesar 300ribu rupiah karena passport mendekati akhir masa berlaku. Aku tidak tahu aturan mana yang memberikan kewenangan petugas-petugas itu untuk menarik uang sebesar itu. Padahal jelas-jelas di samping bagian cek imigrasi tersebut tertulis "Selamat Datang Pahlawan Devisa". Beginikah bangsa Indonesia memperlakukan pahlawannya? Menyedihkan. Aku jadi teringat saat transit di Dubai, dimana kami bertemu rombongan pejabat, yang aku perkirakan anggota DPR yang terhormat yang baru pulang dari studi banding. Mereka banyak berdiskusi mengenai perlakuan TKI di bandara Soekarno Hatta. Hai Bapak/Ibu Yth, mohon obrolan mengenai pembelaan TKI di bandara Dubai tersebut bisa diteruskan sampai ke ruang sidang segera, jangan hanya terbuang bersama plastik belanjaan duty free anda.

Di bagian bagasi, kami pun harus dikecewakan dengan layanan yang membutuhkan waktu hampir dua jam untuk mendapatkan semua bagai kami. Padahal Daris sudah merengek kehausan dan Danang duduk kecapaian di troli, bosan menunggu bagasi yang tidak kunjung datang. Aku terus terang malu, karena sudah berusaha mempromosikan wisata Indonesia ke rekan-rekan kerja di Qatar. Bayangkan kalau mereka jadi ke Indonesia dan mengalami kejadian ini. Ternyata hal ini tidak hanya terjadi padaku. Rekan lain yang datang sehari sesudah itu mengalami kejadian yang persis sama.

Untungnya kekecewaanku sempat terobati dengan ramahnya pelayanan rumah makan siap saji di bandara dan taksi, walaupun sempat kaget bahwa harga makanan di Indonesia sudah mengalami kenaikan yang bisa dibilang signifikan. Setelah itu kami menyusuri jalanan Jakarta yang cukup lancar, karena di akhir minggu sambil terkantuk-kantuk karena kurang tidur.

7 komentar:

Smile...... mengatakan...

Selamat datang Pak Syarif...

Semoga liburannya berkesan...




Mudah-mudahan bisa berkesempatan untuk bertemu dengan Bapak...
:)

Suryo Sucipto mengatakan...

Welcome back mas Syarif, mau tanya kalo passport dibilang mendekati masa akhir, itu berapa bulan sebelum tanggal expired? kita bisa ngga sih ngurus perpanjangan passport di luar negeri?

terus kalo internet di Indonesia, kayaknya paling gampang sekarang adalah pake 3G internet.. telkomsel/indosat kayaknya yang paling populer dan bisa pre-paid..

salam,

sur

Yunaidi mengatakan...

Assalamu'alaikum Pak Syarif,
welcome to Indonesia again. kira2 berapa lama liburannya di Indonesia pak? yah... begitulah negara kita tercinta ini pak, masalah birokrasinya dari dahulu zaman nenek moyang sampai sekarang selalu ngga' beres. selalu UUD alias ujung-ujungnya duit pak :).
Wassalam,
Dari Jun (Abu Rafi)

Syarif Achmad mengatakan...

@smile, boleh aja. tinggal atur waktunya.
@Suryo, sebaiknya sebelum 3 bulan biar aman. Kalau ada KBRI, kita bisa urus di KBRI setempat.
Saya juga sudah nyobain Indosat broom. lumayan lah. Thanks infonya
@Jun, liburnya lama hehehe sebulan..

moris mengatakan...

justru kadang2 kita lebih dihargai di bandara2 negara lain drpd dinegri kita sendiri. Ironi.. Para petugas bandara & manajemennya yg perlu di perbaiki krn itu menyangkut citra negara. Dari dulu pemerintah jg gak nyadar2 sih. Belum lagi, merampas uang para TKI kita, huhh,,

Anonim mengatakan...

betul tuh pak,pelayanan untuk TKI tidak sesuai dengan slogan yang ada,apalagi klo sudah masuk terminal 3...gimana klo diusulkan terminal 3 ditutup aja pak.

Syarif Achmad mengatakan...

Sebenarnya tujuan dibuatnya terminal 3 itu bagus, tetapi memang sayang malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi masing2

Post Top Ad