Lakbima, Resto "Tiruan" Minang - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Lakbima, Resto "Tiruan" Minang


Berikut ini cerita dari Chief Seto, salah satu aktifis milis Tentang Qatar mengenai Restoran Srilanka yang memiliki rasa mirip dengan masakan minang dengan harga terjangkau. Lokasinya ada di belakang Gulf Cinema. Kalau dari arah Toyota tower mengarah ke Ramada, pas sampai di lampu merah Gulf Cinema, belok ke kanan. Kalau ketemu bundaran, ambil lurus. Dari sana, tinggal lihat di sebelah kanan ada plang "Lakbima" yang agak tersembunyi. Masakannya lumayan enak, dengan bumbu-bumbu yang mirip dengan Indonesia. Hanya saja, untuk keluarga kurnag begitu nyaman untuk makan di tempat. Good job, Chief! Restoran ini layak masuk ke Peta makan Qatar.
Saat pertama tiba di Qatar saya sempet kacau juga, tidak banyak makanan yg sesuai dgn selera saya. Bahkan masakan India yg biasanya suka saya makan di Singapore atau Malaysia ternyata disini rasanya beda banget. Utk makan masakan Indonesia di Restoran Indonesia juga sebetulnya lidah dan dompet saya rada komplain juga, coz rasanya 'masih terasa kurang kena' dan harganya selangit meskipun kategorinya masih warteg.

Akhirnya saya coba utk berburu masakan alternatif yg bisa mengena baik di lidah dan di dompet. Secara tidak sengaja saya menemukan satu Restoran Srilanka didekat rumah saya di daerah Najma, namanya Lakbima Restaurant. Lokasinya di kanan jalan, sekitar 150 meter setelah melewati Al Fardan Roundabout dari arah Gulf Cinema signal. Restorannya tidak begitu besar, ada neon sign warna hijau bertuliskan Lakbima, berdempetan dgn Warnet. Restorannya bersih, jadi kita pun nyaman untuk makan disitu.

Makanannya siap saji dan ditata mirip masakan padang, dan saat saya liat ternyata hampir semua masakannya adalah fotokopi dari masakan padang pariaman. Saat saya coba WWWOOOWWW ternyata emang sama persis ama masakan padang!! Masakan Srilanka ini bumbunya tidak berlebihan seperti masakan India, santannya pun tidak sekental masakan India.

Masakannya ada yg mirip dendeng balado kering, dendeng balado basah, cincang sapi/kambing, ayam gorang padang, gulai otak, gulai babat dll. Walaupun namanya beda (dlm bahasa srilanka dan bahasa inggris) tapi soal penampilan dan rasa 95% sama persis ama masakan Padang Pariaman yg tidak terlalu pedas seperti Bukitinggi. Soal harga cukup murah, bahkan lebih murah dari restoran india. Saya rasa restoran ini tepat dijadikan alternatif bagi warga Indonesia yg kangen masakan padang karna rasanya emang sangat mirip dengan masakan padang. Saran saya bila berkunjung kesana cobalah makan gulai babatnya Babath Curry), mak nyusss, dijamin ketagihan!! Rasanya betul2 plek gulai babat padang. Dendeng baladonya (Beef Fry) juga enak, MUST TRY POKOKNYA!!
Alternatif lain, ada juga makanan India di belakang Lulu Center yg juga mempunyai kemiripan rasa dengan restoran ini. Namanya "Millenium", yang pernah dibahas di postingan awal sekali blog ini.

Siapa lagi yang mau nyumbang info makan enak?

7 komentar:

Anonim mengatakan...

oom Syarif,
mohon tidak menggunakan kata "tiruan" karena masakan mereka memang sudah aslinya begitu.

kata "mirip" mungkin lebih mengena.

terima kasih.

Syarif Achmad mengatakan...

Itulah kenapa kata-kata tiruan dimasukkan dalam tanda petik, karena memang mereka bukan tiruan, tetapi "tiruan"

Abu Qashmal mengatakan...

Kemaren siang mampir kesana, ternyata pilihan menu waktu siang tidak banyak jadi hanya biryani + chicken + beef + sayur, makanan utamanya ternyata banyak disajikan setelah jam 6 sore...seperti babat, Burung dara..

Shanti Fahlevi mengatakan...

sudah nyoba dan nilainya 4 out of 10!!

Syarif Achmad mengatakan...

@Shanti, emang knapa? yg kurang rasanya, lokasinya, tempatnya, atau...?

Shanti Fahlevi mengatakan...

Rasanya pak yang super aneh. Kurang terbiasa lidah saya dengan masakan Sri Lanka, lebih prefer masakan India / Arabic.

Menurut lidah kami, rasa minangnya kok ga ada. Yang paling bisa diterima Ayam gorengnya, walaupun agak alot. Masakan bersantan yang bisa kami makan hanya Babath Curry.

Dan yang bikin bete, sendawa (maaf) setelah beberapa jam masi berbau rempah ajaib mereka. huhuhuhu....

Syarif Achmad mengatakan...

Untungnya waktu ke sana saya cuma pesan babat, burung puyuh (?) dan kambing.
Dua makanan pertama sih lumayan, cuma yg terakhir kurang pas.

BTW, cobain di Millenium, dekat Philipine school Al Sadd. Di sana masakannya lumayan oke juga.

Post Top Ad