The Noodle House - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

The Noodle House

Penasaran dengan cerita mengenai restoran baru "The Noodle House" di City Center Mall Doha, kemarin aku ke sana sebelum Maghrib agar lebih nyaman dalam mencari parkir. Tahu sendiri, kalau setelah maghrib, mencari parkir bisa bikin stress di Mall ini.

Lokasi restoran ini sangat strategis dan mudah ditemui. Sebenarnya beberapa waktu yang lalu aku sudah sempat melihat spanduknya di sebelah kanan pintu masuk utama City Center Mall dimana restoran ini dibuka. Tetapi baru kemarin aku tahu kalau restoran ini terdiri dari dua lantai (lantai ground dan laintai 1), yang tersambung dengan tangga di dalam restoran. Ternyata yang penasaran bukan cuma aku, tetapi kemarin juga banyak keluarga Indonesia yang berkunjung ke sini. Malahan ada yang jauh-jauh dari Messaieed bela-belain ke sini untuk dinner.

Begitu masuk ke restoran, kami langsung disapa dengan ucapan "Selamat malam...". Serasa pulang kampung. Ternyata memang banyak orang Indonesia yang bekerja di sini. Cukup bangga juga begitu tahu bahwa chef-chef utamanya adalah orang-orang Indonesia. Selain itu, terasa sekali bedanya keramahan khas Indonesia. Ini bukan hal yang mudah ditemui di Qatar, bila pegawainya bukan dari Indonesia.

Ada tiga bagian utama ruang makan restoran ini, yaitu lantai atas, untuk family dan lantai bawah untuk umumyang terdiri dari dua bagian. Ada bagian teras untuk pengunjung yang ingin menikmati makanan sambil menghirup udara bebas. Sedangkan untuk pengunjung yang memang lebih memilih ruangan ber-AC. Semua ruangan itu ditata dengan apik dengan konsep kakilima, dimana kursinya berbentuk bangku panjang dan mejanya juga meja persegi panjang datar. Walaupun konsepnya kakilima, kenyamanan pengunjung memang jadi prioritas. Kami memilih tempat duduk buat keluarga yang ada senderannya, agar anak-anak bisa makan dengan nyaman.

Tugas paling berat adalah pada saat memilih menu, karena keaneka-ragaman menu yang bisa dibilang sangat banyak. Walaupun nama tokonya The Noodle House, resto ini tidak hanya menyediakan noodle. Pada awalnya pun aku pikir makanannya hanya makanan china seperti Roasted Duck, ternyata juga tersedia Laksa, Padthai, Tom Yam, dan lain-lain. Yang jelas makanannya semua berorientasi pada daerah Asia Timur. Begitu juga dengan minuman. Begitu banyak pilihan yang membuat kami benar-benar bingung, karena kelihatannya enak semua.
Akhirnya kami memutuskan untuk memesan Nasi Goreng, Padthai dan Sop Bebek (maaf, namanya lupa) untuk main course, sedangkan spring roll sebagai appetizer. Dan untuk dessert, kami memesan "Es Krim Goreng". Maklum, perutnya masih perut Indonesia, jadi pesanannya ya tidak jauh-jauh dari itu-itu juga :D
Tanpa harus menunggu lama, makanan itu pun datang. Penyajiannya sangat cantik. Makanan dan minumannya diberi hiasan-hiasan sayur yang menimbulkan selera dengan beragam warna warni yang disesuaikan.

Tiba saatnya mencicipi makanan. Nasi gorengnya benar-benar mantap. Selama aku di Qatar, ini adalah kali kedua aku menemukan nasi goreng dengan rasa seolah-olah dimasak dengan arang. Danang yang sangat suka nasi goreng langsung melahapnya, walaupun rasanya agak pedas. Sedangkan Padthainya bisa dibilang termasuk paling enak. Apalagi bahan-bahannya kelihatan berasal dari seafood segar. Rasa pedasnya membuat nafsu makan menjadi besar. Terakhir adalah sop bebek. Kelihatannya salah satu menu andalan di sini adalah masakan bebek, karena diperlakukan dengan istimewa. Ada kompor khusus untuk memasak bebek dan ada perlakuan tertentu agar bebeknya terasa berbeda. Dan memang bebeknya terasa empuk dan enak.

Walaupun kami memesan makanan dengan porsi kecil, tetap saja perut kami kekenyangan untuk bisa menghabiskan satu porsi makanan. Menurut chefnya, Pak Deddie, makanan tersebut sudah dihitung porsi dan kalorinya untuk sekali makan. Wajar, walaupun kelihatan sedikit pada saat penyajian, begitu dimakan, baru terasa porsinya memang pas. Tapi kalorinya kebanyakan kali ya? Koq, habis makan jadi ngantuk? Piss...

Bagaimana dengan harga? untuk kualias makanan dan pelayanan sekelas ini, harganya cukup masuk akal. Bahkan, bila dibandingkan resto kompetitor sejenis, harganya bisa dibilang lebih menarik. Sepertinya tempat ini cukup ideal untuk sesekali makan di luar dengan kaluarga. Bahkan bila ada yang mau traktir ulang tahun di sini juga oke, karena lokasinya yang mudah ditemui dengan meja dan kursi yang sudah disusun memanjang. Siap untuk digunakan buat makan rame-rame.

O,ya, sekedar tips, buat yang kurang suka pedas, bisa memesan agar cabenya dikurangi. Di menu sudah ditandai makanan-makanan mana saja yang pedas untuk mempermudah identifikasi.

1 komentar:

MKamalullah mengatakan...

Sepaham dengan mas Syarif tentang Noodle House-nya Deddy Djangkar di City Center Doha. Bisa dibilang juga, kalo rindu mo pulang kampung tapi kehabisan budget untuk beli tiket, kesini aja ... makan dulu ... dijamin deh, rindu kampungnya akan terobati setelah makan mie tiaw atau nasi goreng di restoran ini. Apalagi kalo ngajak/ntraktir saya sekaligus hehehe. Salam. MKamalullah

Post Top Ad