Suasana Pemilu di Doha - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Suasana Pemilu di Doha

Pemilu 2009 dilaksanakan pada waktu yang cukup baik untuk warga negara Indonesia yang berada di Qatar. Ini karena hari Kamis adalah hari terakhir sebelum akhir minggu. Selain itu, mulai hari Minggu depan sebagian besar International School libur. Banyak WNI yang merencanakan untuk berangkat umrah besok dan sudah mulai cuti hari ini.

TPS Doha berlokasi di kantor KBRI daerah Salatha Jadeed, di tengah kota Doha. Aku sendiri datang ke sana sekitar jam 10. Suasana di luar KBRI tidak terlalu ramai, hanya saja banyak mobil yang berjejer. Di depan KBRI ada satu mobil polisi yang kelihatannya ikut menjaga keamanan Pemilu di sini.

Di dalam pekarangan KBRI, terlihat beberapa spanduk mengenai Pemilu dan dua buah tenda sebagai TPS Doha-1 dan Doha-2. Para petugas terlihat cukup nyata dengan pakaian seragam merah-putih. Sedangkan jumlah warga yang datang juga belum terlalu banyak. Kalau pun ada antrian, hanya satu-dua orang saja.

Yang menarik, di TPS Doha diadakan bazaar makanan. Tentu saja ini menjadikan Pemilu ini unik. Karena begitu selesai nyontreng, ibu-ibu langsung bergegas ke bazaar. Jadi, sebenarnya ibu-ibu itu mau nyontreng atau mau belanja?

Proses pemilihan berlangsung sangat singkat. Dengan hanya menyerahkan passport, petugas penerima tamu akan mengecek di DPT yang sudah terkomputerisasi. Selanjutnya, bila nama ditemukan, maka petugas akan langsung memberikan nomor urut sebagai "kupon" untuk mengambil kertas suara. Di setiap TPS tersedia sekitar lima bilik suara, dimana waktu saya nyontreng, tidak ada satu orang pun di sana. Serasa punya bilik suara pribadi :D

Setelah itu, surat suara dimasukkan ke kotak suara dan jari pun diwarnai dengan tinta. Proses pemilihan pun selesai. Aku tidak bisa membayangkan pemilu di Indonesia, karena surat suara yang besar, kemungkinan waktu yang dibutuhkan untuk mencari nama partai dan nama caleg juga akan lebih lama.

Menurut panitia, TPS akan dibuka sampai dengan jam 2 sore waktu Doha atau jam 6 WIB. Sedangkan untuk WNI yang berada di luar Qatar, pencontrengan dilakukan di lokasi masing-masing, dimana surat suara sudah disampaikan ke warga lewat kurir. Ada tiga TPS di luar Doha, yaitu Messaieed-Wakra, Al Khor-Ras Laffan dan Dukhan.

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya penasaran, berapa persen dari jumlah pemilih terdaftar di Qatar yang memanfaatkan hak pilihnya?

Hal ini karena sampai hari pemilihan saya dan beberapa rekan lain tidak mendapat kejelasan apakah harus datang ke TPS atau surat suara akan diantar. Mudah-mudahan tidak banyak yang mengalami ketidakpastian seperti ini dalam Pemilu kemarin.

Andre

Syarif Achmad mengatakan...

Dari 27ribu WNI di Qatar (data KBRI), yang menggunakan hak suaranya sekitar 2200 saja (data hasil perhitungan suara).
Jadi sekitar 9% saja yg memanfaatkan hak suaranya.

sahid[dot]info mengatakan...

makasih atas info nya jadi tau... salam kenal ya

Anonim mengatakan...

Sepertinya panitia pemilu punya pekerjaan rumah yang cukup besar nih. Menurut saya kesuksesan pemilu tidak hanya dinilai dari lancar/tidak lancar proses pemungutan suara, tapi dari tingkat partisipasi masyarakat juga. Jadi...bisa kita nilai sendiri bagaimana kesuksesn pemilu yang lalu di Qatar.

Andre

Post Top Ad