10 Mitos Seputar Qatar - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

10 Mitos Seputar Qatar

Pada saat chatting dengan rekan-rekan di tanah air, sering kali aku ditanyain tentang bagaimana sebenarnya situasi di Qatar disertai bumbu-bumbu berupa mitos. Mitos di sini maksudnya adalah persepsi mengenai Qatar yang belum tentu kebenarannya. Biasa saja mitos itu benar, dan pada umumnya kurang begitu tepat. Berikut ini jawaban dari mitos-mitos tersebut:

Qatar adalah bagian dari Saudi Arabia
Sebelum aku ke Qatar, sempat juga bingung tentang posisi Qatar sebenarnya. Kalau dilihat di peta dunia, Qatar itu hanya satu titik di ujung kanan Kerajaan Saudi Arabia (KSA). Memang KSA merupakan negara paling luas di jazirah arab ini. Tetapi Qatar adalah negara tersendiri yang dipimpin langsung oleh seorang raja. Lokasinya berbatasan dengan Saudi, Bahrain dan UAE.

Kalau baca di internet, GDP Qatar bisa disejajarkan dengan negara-negara kaya di Eropa. Berarti Qatar sudah sangat maju.
Dengan sumber daya alam berupa minyak dan gas, memang Qatar menjadi sangat kaya akhir-akhir ini. Tetapi bukan berarti kondisinya bisa disamakan dengan negara Eropa. Qatar masih dalam taraf membangun infrastruktur. Fly over, gedung-gedung bertingkat, hotel-hotel mewah, dan lain-lain masih dalam tahap pembangunan. Untuk hal ini, Qatar lebih tertinggal, bahkan dari Indonesia sekalipun. Tetapi untuk pelayanan publik, Qatar memang bisa dibilang termasuk sudah maju. Rumah sakit/"Puskesmas", "kantor kecamatan", imigrasi dan "polsek" sudah dilengkapi alat-alat canggih dan data penduduk tercatat dengan baik.

Berarti di Qatar tidak ada orang miskin?
Sebenarnya banyak juga orang-orang yang hidup dalam keterbatasan, termasuk juga saudara-saudara kita yang bekerja di sektor informal yang digaji pas-pasan dengan biaya hidup yang cukup tinggi.

Kalau tinggal di Qatar, berarti harus bisa bahasa arab.
Qatar merupakan salah satu negara yg multikultur. Kita bisa menemukan orang dari semua benua di sini. Jumlah pribumi Qatar hanya sekitar 20% dari total jumah penduduk. Sehingga, bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Inggris. Kalau belanja di mall, ke rumah sakit, sekolah, tempat makan dan tempat2 umum lainnya, bahasa Inggris-lah yang dipakai sebagai pengantar. Sedangkan, di pasar-pasar tradisional, penjual lebih banyak yang berbahasa arab, tetapi mereka umumnya bisa berbahasa Inggris, walaupun sepotong-sepotong. Sedangkan orang lokal sudah banyak yang bisa berbahasa Inggris dengan baik, terutama untuk yang bekerja di sektor formal.

Enak ya di sana dekat Mekah, bisa naik haji setiap tahun.
Jarak antara Doha ke Mekah di Saudi adalah sekitar 1500km. Kalau dibandingkan dengan kota di Indonesia, ini kurang lebih sama dengan jarak dari Palembang ke Denpasar. Jadi sebenarnya tidak terlalu dekat juga. Kalau naik bis, harus menempuh sekitar 24 jam perjalanan. Dan untuk berangkat haji tidaklah mudah. Walaupun sama-sama merupakan negara teluk, tetap saja Qatar dikenakan quota. Dan ada juga pembatasan untuk expat hanya bisa berhaji sekali dalam lima tahun. Sedangkan untuk umrah bisa dilakukan setiap waktu, asalkan bukan di antara dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha). Dan jangan dikira biaya haji dari Qatar bisa sangat murah, karena lokasi yg relatif lebih dekat dibanding Indonesia. Di tahun 2008, biaya haji dengan bis adalah 7700QR atau sama dengan 23 juta rupiah. Biaya ini tidak termasuk biaya makanan selama di Mekah dan Madinah. Sedangkan untuk umrah naik bis, dikenakan biaya sekitar 2000QR (6 juta rupiah).

Wanita sulit keluar rumah, bila tidak didampingi muhrim.
Mungkin ini terjadi di beberapa negara arab lainnya, tetapi tidak di Qatar. Di Qatar wanita relatif lebih bebas. Tidak ada kewajiban untuk memakai kerudung dan pakaian hitam. tetapi Alhamdulillah banyak wanita Indonesia yang sebelumnya tidak berkerudung menjadi berhijab. Selain itu, wanita juga diperbolehkan jalan-jalan sendiri. Malahan pemandangan wanita menyetir mobil sendiri cukup lazim di negara ini.

Apakah ini negara yg aman? Dengar-dengar di sana banyak penculikan.
Pertanyaan ini sangat sering dilontarkan. Sejauh ini menurutku Qatar adalah negara yang cukup aman, walaupun bukan berarti tidak ada kejahatan. Pencurian, penipuan, apalagi penodongan dan perampokan sangat jarang terdengar. Kejahatan yang sering terjadi justru di jalan, dimana banyak pengemudi yang tidak memperdulikan keselamatan orang lain.

Bagaimana dengan makanan? Apakah lidah kita bisa cocok dengan masakan arab?
Bumbu-bumbu asia bisa dengan mudah diketemukan di Qatar, karena banyaknya komunitas Filipina, Indonesia, Malaysia dan Thailand yang mempunyai taste yang kurang lebih sama. Makanan Indonesia pun banyak dijual di seantero Qatar. Mau pempek, gado-gado, siomay, batagor, gudeg, semua ada di Qatar. Selain itu, masakan dari seluruh dunia pun ada di sini.
Di sana banyak mobil cc gede, ya?

Nah, kalau yang ini ada benarnya. Umumnya orang-orang cenderung membeli mobil besar. Termasuk orang-orang Indonesia, banyak juga yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli mobil besar dengan cc 4000an. Mumpung di Qatar harga mobil dan bensin murah.
Warga Indonesia lebih banyak yg bekerja di sektor formal/professional

Memang jumlah warga Indonesia yang menjadi professional di Qatar terbilang banyak. Tetapi tetap saja jumlah pekerja sektor Informal masih sangat mendominasi. Mudah-mudahan dalam masa mendatang lebih banyak pekerja professional yang kerja di Qatar.
Qatar Panas, ya?
Iya kalo musim panas. Di Qatar juga ada musim dingin. Kalau sedang musim dingin, suhu udara bisa mencapai 5 derajat celcius. brrr

Ada yang mau menambahkan?

8 komentar:

Anonim mengatakan...

ini pak tambahan :

1. di qatar nggak ada setan karena dekat sama mekkah.
siapa bilang gak ada hantu. mulai dari hantu karet jadi-jadian, jin, manusia berhati jin lengkap disini.

2. orang indonesia miskin2 disini karena jadi TKI / TKW.
dari milis TQ, ada WNI yang sekali transfer mencapai 60,000 QR ( 180 juta rupiah ). itu baru yg ngaku di milis. belum yang nggak ngomong... jadi WNI disini memang OK deh

Anonim mengatakan...

Oya nambahin juga kalo musim panas bisa sampe 50 derajat Celcius, terutama di bulan Juni s/d September.

Di Qatar mayoritas pendatangnya dari India, Pakistan, Nepal, Srilanka, jadi siap2 aja ketemu lebih banyak ama orang India dkk drpd penduduk pribuminya.

Anonim mengatakan...

Tambahan dikit:
Qatar termasuk surga belanja di timteng hampir bersaing dengan dubai. Di sini ada banyak skali supermarket besar dan segala macam waralaba mulai makanan, permainan anak-2 and so on. Tak terkecuali pula untuk otomotif yg hampir sgala macam merk mobil di jual disini..

budhe mengatakan...

SubbahanAllah ... komplit plit..penyampaiannya sangat detail dengan bahasa lugas renyah luar biasa sehingga mudah diserap..hmm.. hayo hayo sapa lagi tuh yang penasaran dengan negri yang menjadi syurga dunianya orang asia ni..poko'e Insya Allah mbetahin dech klo' ngungsinya dimari .. betul tidak???
Makasih yach.. .. Pak Syarif
boleh ga' mo' minta ijin kopas hehe.. jazakallah bi khoir..

Syarif Achmad mengatakan...

silahkan, budhe...

budhe mengatakan...

Alhamdulillah.. barakallahu fiikum..sepenuh terima kasih sy haturkan..dan saya post di link ini..

deep hudson mengatakan...

halo, sy kan ini msh sma.
sy puya cita2 buat kerja di Qatar suatu saat nanti.
jika sy bs menempuh s2+3thn kerja yg sy lakukan ke22nya di indonesia.

apakah mungkin & bs sy mendapatkan 25rb QAR/mo sbg pegawai IT di Bank yg ada di qatar, spt issue di internet median pendapatan IT banking adlh 25k QAR.
apakh setelah kontrak bs jd pekerja tetap?

Syarif Achmad mengatakan...

Sangat memungkinkan. Tetapi kalau saya sarankan, carilah kerja yang sesuai dengan minat dan passion Anda. Bumi ini sangat luas, tidak harus ke Qatar. Kalau Anda memang memiliki keunggulan, Anda dapat gaji lebih dari itu di negara-negara lainnya juga, bahkan di Indonesia. Good luck.

Post Top Ad