Perjalanan Panjang - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Perjalanan Panjang

Laporan Haji 2008
Day 1: 10.30 – 12.00
Perjalanan jamaah haji Indonesia yg berangkat dari Qatar dengan bis dimulai dari menyusuri jalanan Doha menuju ke perbatasan Qatar dengan Saudi. Perjalanan menuju border Qatar sendiri tidaklah membutuhkan waktu yg lama. Walaupun sempat ada bis yang kesasar karena sopirnya dari Saudi dan tidak hafal jalan Qatar, sekitar tengah hari bis sudah mencapai border Qatar.

Day 1: 12.00 – 14.00
Jamaah sempat beristirahat untuk sholat dan berbelanja kebutuhan untuk diperjalanan di border ini. Dengan fasilitas toilet, mushalla, cafetaria, atm dan minimarket, border Doha ini sangat nyaman untuk menjadi tepat pemberhentian. Bis berhenti di border Qatar sekitar dua ja dari jam 12 sampai jam 2 sore. Faktor ini kemungkinan karena memang ada antrian untuk proses keluar Qatar.

Jamaah pun menggunakan kesempatan ini untuk makan siang di bus. Ada yang membawa makanan sendiri dan ada juga yg melahap sarapan yg dibagian pihak hamlah pada pagi harinya. Dalam kesempatan ini juga terjadi pertukaran makanan dari satu kursi ke kursi yg lain. Perjalanan ini pun menjadi menyenangkan.

Setelah semua siap dan penumpang kembali ke tepat duduk masing2, passport pun dibagikan ke semua jamaah termasuk juga surat vaksinasi yg sebelumnya dikumpulkan ke hamlah. Ternyata ada petugas Qatari yang melakukan pengecekan ke setiap penumpang. Yang dicek utamanya adalah stempel keluar dari Qatar.

Day 1: 14.00 – 20.00
Kemudian perjalanan diteruskan ke border Saudi. Di border Saudi inilah kesabaran jaaah calhaj diuji, karena membutuhkan waktu yang terbilang sangat lama. Di border ini sudah terlihat antrian bis. Setelah menunggu sekitar 3 jam, semua jamaah dari bis yg sama dipanggil masuk ke kantor untuk diambil foto dan sidik jari.

Ruangan foto dan sidik jari cukup lega dan tersedia tempat duduk yang cukup banyak. Satu per satu penumpang dipanggil. Pertama diminta untuk sidik 4 jari kiri, lalu 4 jari kanan, dan kedua jempol secara berbarangan. Setelah itu, diambil foto dengan kamera digital. Jepret! Rintangan pertama terlewati.

Setelah itu, sambil menunggu antrian selanjutnya, jamaah sholat Maghrib dan Isya di masjid di border tersebut. Setelah sholat, dilakukan peeriksaan bagasi. Semua bawaan, baik yg di bagasi maupun kabin dikeluarkan dan dijejer di samping bis. Pemeriksaan ini melibatkan seekor anjing pelacak yg besar. Anjing tersebut mengecek ke setiap sudut bis dengan cukup cermat. Barang2 bawaan pun di cek satu per satu oleh petugas secara random. Jadi tidak semua tas dibuka. Pada saat jarum jam menunjukkan pukul 18.45, semua barang dikembalikan ke posisi semula dan perjalanan dilanjutkan kembali.

Ada pemeriksaaan passport di gate terakhir dari border saudi, tetapi hanya membutuhkan waktu yg tidak lama. Bus sempat berhenti cukup lama di suatu tempat setelah border. Sepertinya untuk pengecekan akhir dokumen2. Di sini juga ada orang yang menjual kartu telpon prabayar Mobily seharga 100SR dengan pulsa 75SR. Banyak juga jamaah membeli kartu ini dengan asumsi bahwa akan kesulitan mendapatkannya di Mekah. (Ternyata di Mekah sangat mudah mendapatkan kartu ini dengan harga 65-75SR saja).

Perjalanan terus berlanjut dan bis berjalan non-stop. Makan malam, tidur, urusan toilet dan lain2 semua dilakukan di bis. Sebagai tambahan informasi, pihak hamlah tidak menyediakan makanan selama di perjalanan, sehingga jamaah harus membawa makanan sendiri.

Day 2: 4.00 - 11.00
Sekitar pukul empat pagi, bis berhenti untuk beristirahat. Jamaah memanfaatkan waktu ini untuk membasuh muka dan membeli teh hangat seharga 1SR. Jamaah yang bawa termos air untuk tempat the pun tetap dihargai 1SR. Ada juga yang membeli air putih hangat untuk memasak mie instant untuk sarapan. Pemberhentian berikutnya adalah sholat subuh sekitar jam 5.30. Sampai menjelang tengah hari, bus sampai di Miqot.

Day 2: 11.00 – 14.30
Sesampai di Miqot Qarn Manazil (Thaif), jamaah mulai bersiap2 untuk berihram. Karena waktunya sudah mendekati Dhuhur, maka perjalanan dilanjutkan setelah Dhuhur. Di miqot ini ternyata ada dua konter kecil yg menjual kartu telpon prabayar, Mobily dan STC. Selain itu, juga dibagikan catatan pembagian kamar, baik di Mekah maupun Madinah. Perjalanan dari miqot menuju Mekah terasa begitu dekat. Sambil mengumandangkan talbiyah, rombongan jamaah calhaj akhirnya sampai di penginapan di daerah Aziziyah sekitar pukul 14.30.

Sesampai di penginapan, jamaah langsung masuk ke kamar masing2. Sempat terjadi penumpukan orang di depan lift karena kapasitas lift yg terbatas. Sehingga banyak juga jamaah yg memutuskan untuk naik ke kamar dengan menggunakan tangga biasa. Sayangnya, lantai 1 yg dipikir hanya naik 1 lantai, ternyata harus naik 3 lantai, karena lantai paling bawah dinamakan GroundFloor, di atasnya Mezzanine, baru lantai 1. Lumayan, olahraga sambil bawa koper.

Setiap kamar berisi empat sampai enam orang, tergantung dimensi masing2 kamar. Kamar2 tersebut dilengkapi dengan AC, tempat tidur, selimut dan lemari kecil. Untuk bbrp kamar, tersedia kamar mandi sharing berikut dapur yang dilengkapi kompor dan mesin cuci pakaian. Untuk menjemur pakaian, para jamaah melakukannya di lantai paling atas dengan memasang tali jemuran.

Setelah beristirahat sebentar, para calhaj bersiap2 untuk menunaikan thawaf, sai dan tahallul di Masjidil Haram (Bersambung)

1 komentar:

jsriyono mengatakan...

semoga lancar om Sareep...menjadi haji mabrur, amin
banyak warung indonesia disana, puasin2 jajan

Post Top Ad