Kondisi Tenda di Mina - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Kondisi Tenda di Mina

Ini merupakan lanjutan cerita perjalanan haji 2008
Akhirnya sampai juga pada hari Tarwiyah. Hari Tarwiyah adalah tanggal 8 Dzulhijah, dimana semua calhaj memulai prosesi haji, dengan melakukan ibadah sunnah, yaitu mabit (menginap) di Mina. Sesuai kesepakatan, bus akan diberangkatkan dari penginapan setelah sholat subuh, mengingat jalanan akan sangat macet. Pada malam harinya juga sudah dibagikan tikar dari hamlah untuk nanti dipergunakan di Arofah dan Muzdalifah.

Sejak jam 2 pagi, aktifitas di penginapan sudah sangat tinggi. Maklum, kamar mandi yg disediakan rata2 sekitar 1 kamar mandi untuk sepuluh orang. Selain itu, jamaah juga mempersiapkan segala macam perbekalan untuk dibawa ke Mina. Para pria pun sudah bersiap2 dengan pakaian ihromnya dan tas2 bawaan pun sudah digelar di lobby, agar bisa berangkat segera sesuai jadwal.

Ketika sholat subuh usai, semuanya pun bersiap2 di bus masing2. Tetapi ternyata ada pemberitahuan agar tidak membawa barang besar, seperti koper, karena ukuran tenda yang sangat terbatas. Akhirnya banyak juga yg menyusun ulang barang2nya agar muat seukuran ransel. Saran dari hamlah adalah untuk membawa pakaian untuk 1 hari saja, karena lokasi penginapan yg sangat dekat dengan tenda Mina.

Ternyata benar, jalanan menuju Mina sudah dipenuhi manusia, baik yg jalan kaki, naik bus, naik truk, naik angkot, dll. Ada juga bbrp jalan yg ditutup untuk kendaraan, sehingga bus harus memutar ke arah lain untuk bisa masuk ke lokasi perkemahan Mina. Sepanjang perjalanan jamaah melantunkan talbiyah dengan semangat.

Akhirnya sekitar 1 jam, jamaah sudah sampai di tenda dengan nomor tiang 51A. Di sekitar situ, selain Qatar juga ada tenda2 dari negara2 Asia Tenggara, seperti Pakistan dan Bangladesh. Di dalam tenda, tersedia kasur tipis (matras) yang disusun memenuhi ruang yang ada di tenda. Di atas matrs juga disediakan selimut yg cukup tebal. Di bawah kasur2 tersebut ada karpet sebagai lapis. Tenda juga dilengkapi dengan AC central dan colokan listrik. Bbrp jamaah  berinisiatif untuk membawa extension cable untuk mengurangi antrian colokan.

Jamaah harus berebut untuk mendapatkan tempat. Ada juga yg sempat tidak mendapatkan tempat, terpaksa harus dipindah ke tenda yang lain. Di dalam tenda semuanya campur aduk, Indonesia, Malaysia, Philipine, Arab, India/Pakistan, dll. Mungkin inilah salah satu nikmatnya naik haji dari Qatar, benar2 bisa berkumpul dengan muslim seluruh dunia dalam satu tenda.

Tenda lelaki dan perempuan hanya dibatasi oleh sekat yg berupa kain terpal tebal. Jadi tidak jarang pada awalnya ada juga ibu2 yg sedikit risih tidur di "perbatasan". Di satu bagian tenda, ada tempat khusus yg menyediakan minuman, baik itu teh, kppi, jus dan air mineral. "Cafe" ini buka mulai jam 3 pagi sampai dengan larut malam. Untuk perempuan, ada tempat khusus yg menyediakan hal yang sama.

Di luar tenda disediakan kamar mandi umum yg cukup banyak. Sedangkan untuk wudhu, tersedia tempat terpisah. Pada saat2 "off-seasons" antrian tidaklah banyak, malah kadang2 bisa langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa antrian. Tetapi saat "peak-seasons", terutama sebelum subuh, antrian bisa mencapai 5 orang. Jadi untuk urusan kamar mandi ini harus disiasati dengan baik, untuk kenyamanan bersama.

Lokasi tenda Qatar tepat berada di samping pedestrian road, sehingga cukup mudah dihafal. Walaupun begitu, ada baiknya begitu sampai langsung mengambil foto2 lokasi dan sekitarnya, untuk mempermudah mencari lokasi tersebut. Beberapa jamaah mencoba berjalan ke jumrah, ternyata hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit dengan jalan santai. Di dekat situ juga ada semacam pasar yg menjual makanan, minuman dan buah2an.

Makanan yg disediakan di Mina ini pada awalnya adalah masakan Indonesia untuk orang Indonesia/Malaysia, dan sisanya makan masakan Arab. Tetapi mungkin karena kendala teknis, maka mulai hari kedua dan seterusnya makanan disama-ratakan untuk semua bangsa.
 
Saatnya tidur adalah saat yg cukup sulit, karena kasur yg disediakan benar2 pas untuk satu badan saja. Kalau seseorang miring ke kanan atau ke kiri sedikit, maka akan langsung kena orang lain. Selain itu, bagi banyak orang, pakaian ihram memang cukup mempersulit gerakan, karena salah2 bisa membuka aurat.

Dan suara dengkuran pun mulai bersahut2an....

1 komentar:

budhe mengatakan...

Wah... detail banget nich... senang menikmati alurnya... ditunggu lanjutannya yach... makasih..

Post Top Ad