Delapan Hari Penuh Diskusi - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Delapan Hari Penuh Diskusi


Ini merupakan lanjutan cerita Haji 2008.
Setelah selesai menunaikan umrah, jamaah calhaj sudah memasuki waktu tunggu. Dan karena hajinya tamattu', jadi pakaian ihram sudah bisa dilepas dan diganti pakaian biasa. Masih ada waktu sekitar delapan hari menjelang hari H untuk mulai berhaji.

Waktu ini diisi dengan ibadah ke Masjidil Haram dan (tentu saja shopping). Para pedagang memang memanfaatkan waktu ini untuk menjual sebanyak2nya barang. Di setiap sudut kota Mekah selalu ada pertokoan, dimana pelayannya bisa berbahasa Indonesia, minimum mereka mengerti angka. Tidak hanya menunggu di toko, banyak juga yg menjemput bola dengan menggelar dagangan di maktab2 Indonesia. Mereka tahu betul kalo orang Indonesia senang belanja hehehe

Makanan yang disediakan hamlah hanya sarapan. Untungnya hamlah tahu kebutuhan orang Indonesia, sehingga mereka menyediakan makanan Indonesia untuk sarapan. Walaupun hanya makan dengan sayur dan lauk telur/tahu/tempe plus krupuk tetap lebih mantap dibandingkan bila harus menyantap roti khobus dan buah zaitun.

Untuk makan siang, diserahkan ke masing2 individu. Ada yg ke warung Surabaya yg berada 1km dari pondokan, ada yg masak pop mie, banyak juga yg menikmari makan siang di sekitar masjidil haram, dimana terdapat segala jenis makanan dari fastfood, Indonesian food sampai masakan dari berbagai belahan dunia.

Sedangkan makan malam disediakan katering. Dengan membayar 10QR/porsi, makanan khas Indonesia diantar ke pondokan. Walaupun karena kemacetan, makanan sering diantar agak malam, sekitar jam 9 malam. Makanya para jamah bisa makan dengan lahap (kelaparan, ya....)

Hari2 ini benar2 hanya untuk ibadah, makan dan tidur. Sering juga dimanfaatkan untuk mendengarkan ceramah singkat dari Ustadz Sahar dan berdikusi mengenai strategi di hari H. Karena sehubungan dengan banyaknya jamaah haji, maka perlu ada strategi untuk meminimalkan jalan kaki, sehingga ibadah bisa lebih khusu'.

Ada banyak wacana mulai dari meninggalkan tenda di arofah lebih awal, meninggalkan mudzdalifah setelah tengah malam buat wanita dan orang yg udzur, sampai dengan schedule lempar jumrah yg paling tepat. Setiap hari terus ada perkembangan baru. Untuk berdiskusi ini, peta makkah dan sekitarnya menjadi penting. Peta ini bisa dibeli di toko buku Babussalam, dekat Haram. Hasilnya diskusinya bagaimana? Ceritanya nanti, pas hari H.

Sempat juga di salah satu hari jamaah dibawa jalan2 ke beberapa situs bersejarah dan lokasi tenda di Mina, Arofah dan Jamarat. Ada bus yg beruntung mendapatkan penunjuk jalan yg bagus dan bisa bercerita mengenai lokasi yg dilewati dan diantar ke tenda di Mina. Ada juga bus yg kurang beruntung dan hanya bisa melihat lokasi situs tertentu tanpa tahu cerita dibaliknya dan tidak sempat mampir ke tenda Mina, dengan alasan lokasi belum ditentukan.

Dua hari terakhir, bus commuting untuk ke Haram sudah ditiadakan, dengan alasan macet dan jamaah calhaj harus mempersiapkan kondisi fisik untuk menghadapi hari H. Banyak juga yg tetap berangkat ke Haram dengan mengunakan angkutan umum. Dengan membayar 3-5 SR per kepala, angkot berbentuk mobil van tersebut akan mengantar jamaah ke terowongan dekat pintu Masjidil Haram No.1. Untuk pulangnya, banyak juga angkot yg bersedia mengantarkan jamaah ke jalan Abdullah Khayat dengan biaya sama.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad