Nasib Bujangan - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Nasib Bujangan

Kebetulan dua weekend yg lalu aku ada undangan kumpul2 wong-kito. Biasalah habis lebaran memang waktu yg tepat untuk ngumpul2. Selain itu, cuaca sekarang memang sangat nyaman untuk bersantai di corniche. Matahari sudah tidak terlalu terik lagi, dan kelembaban udara cukup bersahabat.

Berangkatkah aku ke taman dekat Sheraton sekitar habis ashar. (Memang undangannya habis ashar, sih). Sesuai undangan, aku mendatangi taman yang ada mainan anak2nya, di bagian paling dekat dengan hotel Sheraton. Di sana aku menemukan lumayan banyak orang Indonesia. Yang mengherankan adalah, orang2 tersebut berkumpul di lokasi2 yg berbeda. Wah... susah juga ini. Di puncak bukit aku melihat rombongan orang Indonesia. Untungnya aku segera mengenali bbrp orang di sana. Dan aku cukup yakin itu adalah grupnya Ex-TPPI.

Aku pun mencoba mendekat kelompok kecil lainnya yang berada di dekat mainan anak2. Setelah ngobrol2, ternyata itu pun bukan rombongan yg aku tuju. Akhirnya aku telpon salah seorang rekan yg kebetulan sudah berada di TKP. Ternyata ngumpulnya di sisi lain dari taman Sheraton, yang jelas2 lumayan jauh untuk jalan kaki.

Akhirnya aku membawa mobil dan mengambil jalan memutar untuk bisa mencapai lokasi, karena tidak ada jalan langsung. Sayangnya, aku tidak bisa menemukan tempat parkir, sehingga istri dan anak2 aku drop di sana, sambil aku mencari parkir. Pak Eko BNI yg kebetulan ikut di mobilku tidak ikut turun. Jadi kami berdua pun mencari parkiran.

Setelah muter2 nggak dapat parkiran aku pun keluar dari taman dan berniat parkir di parkiran depan tanah lapang dekat Sheraton. "Nggak apa jalan jauh dikit. Hitung2 olahraga." Begitu pikirku.

Baru aja bbrp langkah berjalan berdua Pak Eko, polisi yg ada di tengah jalan memanggil kami. Dia memberi kode bahwa kami (yg mungkin dipikirnya bujangan), dilarang masuk ke family park. Pengennya sih menjelaskan duduk masalahnya. Tetapi gimana caranya? Wong dia di tengah jalan gitu. Sebenernya tugasnya dia ngatur lalu lintas. Ngapain ngurusin yg lain2.
Akhirnya kembalilah kami ke mobil dan kami pun jalan membawa mobil muter lagi. Lumayan, harus melewati dua kali roundabout yg cukup sibuk. Untungnya ada satu posisi parkir pas sebelum Sheraton park. Posisinya masih di pinggir jalan. Tetapi kaya'nya nggak ada polisi. Dengan gaya mengendap2, aku dan Pak Eko akhirnya sukses bisa masuk ke Sheraton family park.

Ini toh rasanya jadi bujangan.... Nasiiib....

Tidak ada komentar:

Post Top Ad