Mixed Arrangement Umrah - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Mixed Arrangement Umrah

By: Zuhair

Syukur Alhamdulillah, kami sekeluarga diberi rezeki & kesempatan oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah umrah pada 10 hari kedua di bulan suci Ramadhan kemarin.

Yang unik dari pengalaman kami tersebut adalah pengurusannya yang "kurang lazim". Umumnya teman-teman yang berdomisili di Qatar kalau ingin melaksanakan ibadah umrah bisa mengurus visanya di Hamlah dan berangkatnya bisa via darat (bis/mobil pribadi) atau udara.

Pada saat kami memutuskan untuk melaksanakan ibadah ini (awal Juli), ternyata jalur pengurusan visa via hamlah sudah tertutup. Mulailah saya ber-brainstorming untuk mencari jalur alternatif untuk mewujudkan niat ini. Hal-hal yang saya pertimbangkan :
  1. Perjalanan harus via udara, karena beresiko ngantuk kalau nyetir saat puasa.
  2. Makanan harus ada yang urus (catering), karena repot kalo harus nyari/antrian beli makanan (yang mengundang selera) untuk berbuka/sahur.
  3. Biaya menjadi pertimbangan terakhir.

Setelah nanya kiri-kanan, akhirnya diputuskan untuk memakai "pengurusan gado-gado". Yaitu mengambil paket Umrah via Travel Agent di Indonesia minus tiket pesawat. Jadi visa, hotel dan local transport di Saudi diurus oleh travel agent di Jakarta, sedangkan tiket pesawat Doha-Jeddah, kami beli sendiri di Doha.

Memang lebih repot dibanding jalur normal, karena paspor harus dikirim/dititip ke Indonesia untuk pengurusan visa, tapi berkat izin Allah SWT, akhirnya berhasil juga terselesaikan pengurusan visa (dan paspor terkirim kembali ke Doha) sebelum waktu pelaksanaan Umrah. Demikian pula tiket pesawat, berhasil didapatkan dengan harga terbaik (QAR 2,000/org - maklum sedang peak season untuk umrah) via Gulf Air (rute Doha-Bahrain-Jeddah) sekaligus yang jadwalnya mendekati jadwal rombongan dari Jakarta.

Kami tiba di Jeddah siang hari, sedangkan rombongan sore-nya. Ketemuannya di hotel di Jeddah, dimana kami nginap semalam. Yang perlu di jaga adalah ihram-nya, karena kami mulai ihram di atas pesawat (melintasi miqad) dalam perjalanan Bahrain-Jeddah. Jadi kami berihram selama sehari semalam.

Dari Jeddah, kami langsung menuju Mekkah untuk melaksanakan rukun Umrah dan beribadah selama 3 malam. Alhamdulillah, rencana terkabulkan, pengaturan akomodasi (Grand Makkah) dan komsumsi (makanan Indonesia) lancar dan sesuai selera. Demikian pula 3 hari berikutnya di Medinah, bahkan di sini lebih nyaman, lahap sahur dan buka-nya karena menunya lebih beragam dan lengkap. Dan yang lebih utama karena jarak dari Hotel (Movenpick) ke Mesjid sangat dekat.

Perjalanan diakhiri dengan nginap semalam lagi di Jeddah dan kembali ke Doha keesokan harinya.

So, bagi yang mau beribadah tanpa menguras fisik dan kerepotan mengurus makanan/hotel, "jalur gado-gado" ini saya bisa rekomendasikan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum,
Pak,
bisa minta nama travel agen indonesia, yang mengurus umrah hanya jeddah to mekkah/madinah saja?

Wassalam

Post Top Ad