Pengusiran Tengah Malam - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Pengusiran Tengah Malam

Ini dia cerita yg bikin aku sakit perut bbrp waktu yang lalu. Karena ceritanya panjang, terpaksa aku bikin berseri, biar bacanya nggak bosen. Cerita ini adalah tentang ketidaknyamanan tinggal di Qatar. Mudah2an menjadi masukan buat semua.

Pada awalnya semua begitu menyenangkan. Aku mendapatkan apartemen dengan lokasi bagus, harga bagus dan dengan pelayanan bagus. Waktu itu aku juga disarankan untuk langsung kontrak 2 tahun, biar harganya nggak naik. Memang waktu itu belum ada UU yg melarang kenaikan harga sewa apartemen sampai dengan 2010.

Saking senangnya, aku sampai2 mengajak bbrp teman untuk bergabung di sana. Siapa sih yg nggak mau berbagi kenikmatan? Akhirnya bbrp teman juga ikut bergabung dan tinggal di apartemen tersebut.

Setelah 10 bulan tinggal di sana, aku mulai mendengar isu2 kurang enak mengenai apartemen tersebut. Walaupun isu itu selalu aku tepis, karena aku merasa selalu mendapatkan pelayanan yg baik. Apalagi, property managernya yg org Pakistan sangat friendly, walaupun akhirnya dia resign dengan alasan "tidak didukung oleh landlord". Memang ada satu dua komplain yg tidak terselesaikan, karena mentok di lanlord.

Setelah dia resign, kondisi menjadi kurang baik, sampai datang manager baru yg berusaha tampil maksimal dalam meng-handle komplain. Aku pun menjadi lega dan berpikir bahwa orang ini akan menjadikan apartemen ini lebih baik lagi. Setiap pertanyaanku mengenai kondisi apartemen itu selalu dijawab dengan "Don't worry".

Sayangnya pas sekitar tanggal 10 September yang lalu, salah satu temanku menerima "surat cinta". Tidak tanggung2, si manager datang dengan lawyernya perusahaan property itu ke flat temanku itu menjelang tengah malam. Surat itu menyatakan bahwa temanku itu harus keluar dari apartemen tersebut paling lambat tanggal 30 September 2008. Sekaligus mereka meminta temenku itu menandatangani semacam surat kesediaan.

Di dalam surat itu diceritakan bahwa si perusahaan properti mempunyai masalah terhadap landlord, sehingga landlord memutuskan kontrak dg perusahaan properti tersebut dan mengambil alih langsung pengelolaan apartemen tersebut. Kita tidak akan pernah tahu bagaimana pelayanan si landlord langsung.

Padahal kontrak apartemenku itu bukan ke landlord, melainkan ke perusahaan property tersebut. Kalau kontraknya ke landlord, ada aturan pemerintah yg melarang pengusiran dalam waktu singkat tersebut. Penghuni harus diberikan paling tidak 3 bulan waktu dari keluarnya surat tersebut. Terus terang aku awam masalah hukum. Jadi sempat bingung.

Pada awalnya si manager mencoba menenangkanku dengan menyatakan bahwa mereka akan bertanggung jawab dengan memindahkan kami ke gedung baru milik perusahaan tersebut. Tetapi di sisi lain, ternyata keluar surat yg menyatakan bahwa aku bisa membuat kontrak baru dengan landlord-nya langsung. Tentu saja dengan adjusment dari sisi harga.

Tentu saja aku jadi blingsatan. Apalagi setelah aku klarifikasi, si manager bilang bahwa aku akan mendapatkan surat yg sama dalam satu dua hari. Langsung kepalaku jadi nyut-nyutan. Ada banyak Pe-Er yg harus aku lakukan:
  1. Cari tempat tinggal baru
  2. Nagih Cheque sisa & Uang Security Deposit
  3. Pindahan
Semua itu akan aku ceritakan satu2 di-postingku selanjutnya.

17 komentar:

pseudowire mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

waduh.. ternyata masalahnya beneran bikin pusing kl gitu.. sabar aja mas, insha Allah mas Syarif dan teman2 cepat mendapatkan jalan keluarnya, dan apartment yang baru bisa memberi berkah lebih bagi pribadi dan keluarga masing2.. Amieeen..

Syarif Achmad mengatakan...

Terima kasih atas empatinya.
Alhamdulillah saat ini urusan sudah beres semua, dan bisa Idul Fitri di rumah baru :)

Mungkin Allah mau menegur saya dan menunjukkan bahwa ilmu saya tentang Qatar masih sangatlah terbatas.

Mudah2an bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua.

Hamba Allah mengatakan...

Betul Mas, dalam hidup kejadian yang tidak enak bisa teguran. Bisa juga ujian. Bisa juga teguran karena Mas Syarif dan keluarga agak sombong dan takabur. Bergaulnya milih-milih, sang istri hanya mau bergaul sama yang berjilbab. Postingnya juga banyak yang membantu banyak juga yang riya. Maaf ya..

Syarif Achmad mengatakan...

Hamba Allah, terima kasih atas kritiknya. Insya Allah kita perhatikan.

Saya hanya mau meluruskan bbrp hal:
- Istri saya hanya mau bergaul dg yg berjilbab? Nggak juga tuh. COntoh paling sederhana adalah bahwa 2 tetangga saya belum berjilbab. Mudah2an dalam waktu dekat diberi hidayah.
- Maaf kalau dalam postingan saya ada yg terkesan riya. Mohon doanya agar ke depan bisa lebih baik.
- Sombong dan takabur? Sejauh ini saya sangat menghindari kedua penyakit hati ini. Wallahu a'lam bissawaab

Isham mengatakan...

Luar biasa nih hamba Allah.. sudah orang terkena musibah, masih bisa2nya men-judge orang sombong dan takabur. Saya tau benar Syarif dan keluarga tidak seperti itu.

Isham mengatakan...

Luar biasa nih hamba Allah.. sudah orang terkena musibah, masih bisa2nya men-judge Syarif sombong dan takabur. Saya kenal mereka dan tau benar Syarif dan keluarga tidak seperti itu.

Hamba Allah mengatakan...

Gini ya Syarif, coba Mas bayangkan..salah satu contoh posting riya Mas itu ketika bercerita ngalor ngidul ttg apartment Muntazah anda tahun lalu..sampai pake diceritain harganyalah dsb. Sebenernya gak perlu menurut saya lho..dengan begitu sedikit banyak org jadi tahu, mengira2 penghasilan Anda..sedangkan disini bukan hanya org makmur saja byk juga yg struggle. Kalo tujuan blog ini informatif ya isi dengan info yg seimbang,umum dan berbobot..bukan akhirnya jadi colongan curhat pribadi yang ujungnya tanpa disadari mungkin riya dan takabur yah? Kalo itu mah mending di diary aja deh Mas.Itulah mengapa akhirnya Allah SWT menegur anda dengan kesusahan di aprtmt anda itu. Apa yang terlalu berlebihan itulah yang dicoba ALLAH. Untuk Isham, kalau ada satu saja orang yg mewakili banyak org bersuara di blog ini mengkritik Mas Syarif ini, ya mungkin dia harus introspeksi.Salam

Syarif Achmad mengatakan...

Hamba Allah, mmg maksud baik tidak selalu dipandang baik juga bagi orang lain. Begitu juga pada saat saya menginformasikan ttg apartemen tersebut. Maksudnya adalah agar teman2 semua tahu bagaimana susahnya mendapatkan rumah, sekaligus ancar2 biayanya.
Maksud awal blog ini adalah diary kehidupan saya. Kalaupun dalam perjalanan waktu isinya menjadi beragam, itu adalah diluar rencana awal saya.
Terima kasih utk kritiknya. Artinya Anda adalah teman yg baik.

Anonim mengatakan...

Mas Syarif, postingan2 anda yang rinci selama ini (terutama ttg harga) sangat membantu dalam pertimbangan untuk menjalani hidup di Qatar (ato Middle East secara umumnya) ..Ilmu yang sangat bermanfaat! ..semoga Alloh membalas kebaikan ini dengan berlipat ganda..

Masalah judging riya, takabur, sombong, etc. hanya Alloh dan Mas Syarif sendiri saja yang tahu.
Mungkin dibalik musibah ini, terdapat kebaikan yang berlipat ato dihindarkan dari musibah yang lebih besar..semoga di tempat yang baru ini, keluarga lebih tentram & bahagia dan dapat tetangga yang jauh lebih baik .. Wallahu'alam bissawab

Syarif Achmad mengatakan...

Terima kasih supportnya. Mudah2an saya terus diberi kekuatan oleh Allah untuk terus mengupdate blog ini.

asyraf mengatakan...

Tabahlah dalam manghadapi dugaan. Terima kasih dengan information yang di kongsi selama ini. Salam dari warga Malaysia-Doha.

Syarif Achmad mengatakan...

Thank you, En. Asyraf.
Insya Allah, berkat doa dari encik dan rekan2 lain dari Malaysia juga lah blog ini bisa terus tumbuh dan berkembang.

Syarif Achmad mengatakan...

Test

Haris mengatakan...

Wah hamba allah td kok gak bales2 lg ya? Padahal pengen tahu kelanjutannya. Lagi ditegor paling. Aneh org kok bs su udzon gt ya? Kayak sinetron aja. Btw thanks bgt dah susah payah nyempetin bikin blogs ini.

Anonim mengatakan...

Hmmmh, apa memang sesulit itukah tinggal di Qatar? Saya baru akan mulai kerja di Qatar & agreement dari perusahaan tidak menyebutkan apapun tentang keluarga. Mungkin nggak ya saya bawa keluarga dengan basic salary QR 4105?

Syarif Achmad mengatakan...

Setahu saya, sulit untuk bisa membawa keluarga dengan basic segitu. Kalau memang mau bawa keluarga, sebaiknya dari awal minta dipastikan dg companynya.

Post Top Ad