Bedanya Ramadhan di Qatar - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Bedanya Ramadhan di Qatar

Walaupun ini adalah Ramadhan kedua aku di Qatar, tetap saja aku masih merasakan rasa yg berbeda dengan di Indonesia. Tentu saja aku kehilangan suara kentongan para remaja yg muter2 kampung untuk membangunkan sahur. Aku juga kehilangan suasana ngabuburit dan belanja makanan berbuka pada sore hari. Bagaimana kondisi puasa di Qatar?
  1. Siang relatif sepi. Berbeda dengan di Indonesia yg tetap ramai di siang hari, kalau di Qatar jalanan relatif sepi. Apalagi setelah jam pulang kantor. Mungkin orang2 pada tidur, 'kali.
  2. Jam kerja diperpendek. Seingatku dulu di Indonesia pegawai negeri bisa pulang lebih awal pada bulan Ramadhan. Nah, begitu pula di Qatar. Jam kerja cuma 5 jam. Termasuk juga sekolah2 hanya masuk sekitar 5 jam saja. Masuknya pun agak siang. Jadi habis sahur masih bisa tidur lagi :) Otomatis produktifitas sangat menurun.
  3. Malam macet. Toko2 mulai buka sekitar jam 20.00, itu pun masih molor. Jarir bookstore yg di dekat rumahku baru buka jam 20.30, padahal pengunjungnya sudah pada ngantri. Jam segitu memang sudah selesai sholat Isya. Semua orang keluar belanja. Jalanan jadi macet. Kalo nggak perlu2 amat, lebih baik di rumah, baca Qur'an.
  4. Toko buka sampai larut malam. Mungkin karena di siang hari hanya buka bbrp jam saja, maka toko2 di Qatar bukan sampai jam 1-2 malam. Begitu juga restoran dan cafe. Ada juga yg menyediakan tenda ramadhan untuk orang2 ngopi2 sambil nunggu sahur.
  5. Restoran tutup di siang hari. Nggak separo2, tapi full. Terus nggak ada yg berani makan di kantor, apalagi di tempat umum. Bisa2 ditangkep polisi
  6. Banyak petugas sumbangan. Tiap keluar masjid akan ada petugas jemput Zakat/Infaq yg terus mengingatkan manfaat berinfaq/sedekah di bulan Ramadhan. Umumnya mereka memang petugas resmi dengan membawa kartu pengenal dan kupon sebagai tanda bukti sudah membayar.
  7. Banyak undangan buka bersama. Paling nggak setiap week-end ada aja yg ngundang. Umumnya dari teman2 sessama Indonesia. Kadang2 di rumah, kadang2 di corniche.
  8. Apa lagi, ya? Ntar deh ditambahin lagi....

Coba Ramadhan bisa sepanjang tahun.... enaknya.....

Tidak ada komentar:

Post Top Ad