Know Your Product Before You Sell It (QTel) - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Know Your Product Before You Sell It (QTel)

Lain di QNB, lain lagi di QTel. Kedua2nya memang sama2 penyedia layanan. Kalau QNB di bidang keuangan, QTel bergerak di bidang telekomunikasi. Kualitas layanan? Sama saja.

Aku sudah sekitar 3 bulan menikmati layanan broadband internet dari QTel. Dengan pertimbangan sesekali aku membutuhkan internet cepat dan mobile, akhirnya aku putuskan untuk berlangganan layanan 3,5G ini dengan paket 1GB.

Dua bulan pertama 1GB sudah jauh lebih dari cukup. Karena toh di apartemen ada ADSL untuk kebutuhan sehari2. Tetapi kebetulan di bulan ketiga internet di apartemenku ngadat. Apa boleh buat, akhirnya layanan mobile broadband itu aku pakai untuk sehari2. Sebenarnya sih kalau cuma dipakai untuk cek email, chat, baca berita, dll yg berbasis teks dan gambar, seharusnya tidak akan menjaid masalah. Tetapi layanan ini juga sesekali dipakai untuk main game, telpon skype, dan lihat2 video di youtube.

Pas sekitar seminggu sebelum akhir bulan, sms pun datang yg menyatakan bahwa pemakaian internetku sudah mencapai 80%. Pemakaian tetap aku lakukan, sehingga pendek cerita aku harus menambah beberapa QR sebagai kompensasi kelebihan jatah bulananku yang 1GB.

Aku coba menganalisa cara perhitungan kelebihan biaya tersebut. Tetapi ada bbrp hal aneh yg belum bisa aku mengerti, sehingga aku coba mendatangi customer service QTel yg ada di Hyatt. Setelah mengantri cukup lama, akhirnya giliranku datang. Aku coba buka diskusi dg menanyakan kelebihan biaya bulanan. Dengan santai si "pelayan" (bahasa Indonesianya Customer Service) memberikan penjelasan bla... bla... bla... bahwa mobile broadband ada limitnya dst dst

Akhirnya aku keluarkan print out jumlah pemakaianku beserta detailnya yg aku download dari eQtel (layanan billing online QTel) sambil meminta penjelasan. Dia pun mencoba menjelaskan, walopun aku yakin dia nggak confident dg jawabannya. Dan setelah bbrp kali aku challenge, akhirnya dia nyerah dan bilang "Sorry friend, I don't know about this. I've never used it before." What???

Hey, sir. I am your customer. It's my right to know what I pay for. And as service provider, you must know about your product before you sell it.

8 komentar:

Shanti Fahlevi mengatakan...

Pak Syarif, untuk Qtel, lebih baik ke cabang Al Sadd, karena mereka lebih "canggih". Setidaknya beberapa masalah saya terseleseikan di sana.

Syarif Achmad mengatakan...

thanks infonya. Nanti saya coba. Tapi... setahu saya sih standardnya memang gitu. Muter2 pun hasilnya sama aja :(

ariff mengatakan...

tanya ke temen2 qtel dunk.. kan ada WNI yg kerja di QTEL

Syarif Achmad mengatakan...

Untuk mengukur tingkat layanan suatu perusahaan, nggak bisa dg menggunakan cara KKN.

Selain itu, rekan2 yg ada di QTEL jug belum tentu tahu, karena mrk punya spesialisasi masing2.

Setahu saya tidak ada rekan2 kita itu yg di bagian billing.

Anonim mengatakan...

tapi kan pasti temen2 di QTEL bisa nanya ke temen yg bagian billing. Jalu itu kan billing....

ini bukan untuk ukur Cust.Satf ya.. tapi cuman untuk solving problem ente

Syarif Achmad mengatakan...

Thanks atas infonya.

ariff mengatakan...

oke bozz... ntar klo saya ada pertanyaan tentang QP ke ente ya :) :) :)

Syarif Achmad mengatakan...

Itu sih bisa diatur. Mau tanya tentang apa? produksi minyak? pengilangan? port management? Human recources? Procurement? Tanya aja pada ahlinya masing2 :)

Post Top Ad