Sesampaiku di Mekah - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Sesampaiku di Mekah

Ini merupakan tulisan ketiga cerita serial perjalanan umrah (Doha - Jeddah - Mekah - Madinah - Riyadh - Doha) lewat darat berdasarkan pengalaman pribadiku di awal April 2008. Klik untuk membaca cerita pertama dan kedua.
Maaf, baru bisa meneruskan ceritanya sekarang. Itu pun setelah banyak yg protes cerita umrahnya belum bersambung. Sebenarnya aku mau masukin info tentang peta2 dan perjalanan di tulisan ketiga ini, tapi apa daya, waktunya belum ada. *hiks*

Pagi2 di Thaif, aku agak kaget karena terbangun sekitar jam 5 kurang. Mungkin karena terlalu lelah nyetir, aku jadi kesiangan. Aku langsung bergegas wudlu dan sholat, karena mengira waktu subuh di Thaif sama dengan di Doha (sekitar jam 4). Ternyata setelah sholat, sayup2 aku mendengar suara adzan dari masjid di sebelah apartment. Ternyata baru saja masuk waktu subuh dan Aku pun mencoba berjalan ke masjid, dan ternyata sholat jamaah di masjid yg ternyata baru mulai jam 5.20.

Setelah agak siang, perjalanan kami lanjutkan ke Miqat Qarn Manazil. Berangkat dari hotel sekitar jam 9 pagi. Sebelum berangkat, bensin mobil diisi penuh dan dibersihkan. Perjalanan ke miqat relatif menyenangkan, karena jarak yg pendek dan pemandangan yg cukup indah. Serasa kita menembus dinding2 cadas di sepanjang jalan menuju Manazil.

Sesampai di masjid di miqat, kami berganti pakaian ihram dan seperti biasa.... foto2an. Kapan lagi :)
O, ya. Kalaupun misalnya kita sampai tidak sempat membawa ihram, di masjid ini ternyata banyak sekali orang berjualan ihram. Tentu saja dengan harga yg lebih mahal.

Perjalanan kami lanjutkan ke Mekah dengan pemandangan yg tetap menarik. Naik turun bukit, dan kadang2 menembus tengah2 bukit yg di potong. Sesampai di Kota Mekah sekitar jam 10an. Sempat bingung juga dengan kondisi kota yg cukup crowded. Bayangkan, untuk bisa masuk ke Hotel Hilton saja kami harus putar2 bbrp kali. GPS pun menjadi tidak bisa berfungsi, karena banyak jalan yg ditutup. Belum lagi cara mengemudi di sana yg mirip sopir angkot. Ampuun deh...

Alhamdulillah akhirnya kami bisa menemukan hotel Hilton. Sebenarnya aku sendiri belum sempat booking hotel, karena jadwal keberangkatan yg berubah. Aku ikut2an masuk ke Hilton karena ada teman yg sudah booking di Hilton Tower. Aku coba aja cek kr Hilton Hotel yg ada ditengah ttg availability kamar. Ternyata ada kamar yg kosong. Dengan rate SR675/malam, aku sudah mendapatkan kamar plus breakfast. Sayangnya kami baru bisa masuk kamar setelah jam 16, karena menunggu penghuni yg sekarang check-out.

Untungnya ada rekan yg memberi tahu bahwa kita bisa minta kunci akses ke toilet, sehingga bisa wudlu dan bersih2 dulu sebelum berangkat thawaf dan sai.

Bersambung ......

Baca juga:
- Part1: Nyetir 12 jam non-stop
- Part2: Saat2 mendebarkan di border saudi

- Umrah Plan1: Hamlah dan Syarat2
- Umrah Plan2: Suntik Meningitis
- Umrah Plan3: Menunggu Visa Keluar
- Umrah Plan4: Visa Keluar

Tidak ada komentar:

Post Top Ad