Aku Nggak Mau Ikut Lomba, karena .... - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Aku Nggak Mau Ikut Lomba, karena ....

Minggu lalu PIP-PKS Qatar mengadakan peringatan Hari Kartini di Gedung Qatar Charity, dekat The Mall. Informasinya sebenarnya sudah dipublikasikan jauh2 hari lewat milis.

Salah satu cabang acaranya adalah lomba buat anak2. Ada lomba mewarnai anak2 umur TK dan lomba mengarang untuk anak2 umur SD. Daris sih senang2 aja ikut lomba mewarnai, karena memang hobinya menggamar dan mewarnai. Sedangkan Danang agak malas2an ikut lomba mengarang. Pada saat kutanya mengapa, jawabnya: "Danang susah kalo lomba mengarangnya bahasa Indonesia. Kalau lombanya bahasa Inggris, sih, Danang mau". Waduh..... gimana niiih.

Memang sesampainya aku di Qatar dulu sempat bingung, karena banyak sekali anak2 Indonesia yg ngobrol sesama Indonesia dalam bahasa Inggris. Aku pikir, wah...nggaya banget mereka ini. Kenapa nggak ngomong pakai bahasa ibu saja sih? Terus sempat juga waktu masuk kelas kaifa, mereka (anak2 Indonesia itu) sempat bingung mengikuti kata2 gurunya dalam bahasa Indonesia yg jarang mereka dengar.

Sekarang aku merasakan sendiri. Anak2 sudah mulai terbiasa berbahasa Inggris, baik di rumah maupun di sekolah. Pada saat aku bacakan cerita Nabi sebelum tidur pun mereka suka bertanya arti beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Bahkan, pada saat diminta berbicara alam bahasa Indonesia, Danang pun sering bilang "Wah.... Danang lupa bahasa Indonesianya"

Memang itu salah satu resiko hidup di negeri orang. Ada untung ruginya juga sih. Apa boleh buat :P

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Mengkawatirkan ya? Bgm nanti mereka pulang? Akan lupa budaya dan adat ketimurankah? Bisa kita lihat Malaysia, jepang, china, perancis, arab sekalipun, mrk bangga dgn bhs nasionalnya, mereka bangsa yang besar, bukankah kita sbg bangsa Indonesia juga bangsa yang besar kan?

Syarif Achmad mengatakan...

Memang itu tantangan buat kita sebagai orang tua. Tidak mudah, memang. Cuma itu mau tidak mau harus dihadapi.

Salah satu usaha rekan2 di Qatar adalah dengan mengadakan Kaifa Doha, dimana tidak hanya diajarkan pengetahuan agama, tetapi juga dasar2 budaya Indonesia.

Sedikit menyoroti Malaysia, menurut saya bangsa Malaysia sama sekali tidak bangga dg Bahasa Melayu. Sebagian besar mereka lebih PD bila memakai bahasa Inggris, terutama di perkantoran dan lingkungan bisnis. Hal ini juga mulai menghinggapi eksekutif2 kita di kota2 besar di Indonesia. Mereka lebih bangga bila anaknya bersekolah di International School. Benar, kan?

So, tantangan itu bukan hanya buat orang Indonesia yg ada di Qatar. Secara umum, budaya Indonesia memang harus lebih dimajukan dan diajarkan dengan lebih baik lagi.

Post Top Ad