Tanya Jawab dg Menakertrans - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Tanya Jawab dg Menakertrans

Setelah melakukan kesepakatan dg pemerintah Qatar, Menakertrans mengadakan temu muka dengan wakil warga Indonesia yg ada di Qatar.

Berikut ini rangkuman diskusi antara masyarakat Indonesia di Qatar dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI di Wisma Duta, Doha. Informasi ini saya sarikan dari situs Pak Risman Dukhan.
Q = penanya (masyarakat Indonesia)
A = Pak Menteri

Q: Mengusulkan adanya atase perburuhan atau refresentatif Depnaker yg fokus dedicated utk mengurusi masalah-masalah ketenagakerjaan sektor informal.
A: utk atase perburuhan di Qatar ini belum memenuhi syarat krn jumlah tenaga kerja di Qatar ini baru berjumlah 24.000, tetapi pak menteri akan berusaha membuat semacam pusat pelayanan ketenagakerjaan (citizen services).

Q: Mengusulkan agar pekerja sektor informal diberikan pembinaan yg matang agar tdk mudah putus asa dan tahan banting.
A: semua calon tki yg akan berangkat keluar negeri telah mengikuti program PAP (pembekalan akhir pemberangkatan), namun menurut penuturan sdri. Rina (Qatar Airways Duty Free Staff) yg mengikuti program PAP ini efektifitas materinya masih dipertanyakan dan untuk pekerja formal (skill worker) tidak perlu program PAP ini.

Q: Untuk para pekerja profesional tidak perlu ada surat rekomendasi atau kom kom yg lain sehingga tdk mempersulit keberangkatan keluar negeri. Karena menurut pak Ali, surat rekomendasi ini banyak mudaratnya, dimana surat rekom ini mempersulit para pekerja profesional ketika pulang cuti dan kembali ketanah air. Dan surat rekom itu banyak disalah gunakan oleh para oknum petugas utk memeras bangsanya sendiri dan menghinakan bangsanya didepan bangsa sendiri.
A: semenjak beliau menjabat menakertrans telah banyak yg direformasi dan juga banyak oknum pejabat di depnaker maupun petugas imigrasi bandara yg telah masuk penjara bahkan ada juga yg bunuh diri.

Q: menanyakan ttg hasil rapat sidang terbatas plus di Depnakertrans pada tgl 18-01-08 yg dipimpin langsung oleh presiden RI, bapak SBY. diantaranya menyangkut di bidang pengelolaan tenaga kerja di luar negeri, ada dua misi yang diemban dan harus disukseskan. Misi pertama yaitu memberikan perlindungan dan pelayanan yang baik terhadap Tenaga Kerja Indonesia, sebelum mereka berangkat dan sepulang dari luar negeri. Pertanyaan saya : langkah-langkah apa saja yg telah dan akan dilakukan utk mensukseskan misi pertama ini..?
A: semenjak beliau menjabat menakertrans tahun 2006, telah banyak yg direformasi dan juga banyak oknum pejabat di depnaker maupun petugas imigrasi bandara yg telah masuk penjara.

Q: Misi kedua, Memberikan kesempatan TKI untuk bekerja di luar negeri dan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain. Pertanyaan saya sekaligus harapan agar pengiriman TKW diluar negeri diminimize dan dipermudah utk pekerja profesional berangkat ke luar negeri.
A : bhw negara RI tidak bisa menyetop total pengiriman TKW krn menghasilkan devisa yg besar bagi negara.

Q: menanyakan sehubungan dg ajakan pak menteri agar pulang ke tanah air utk membangun tanah air sendiri yaitu Apakah benefit income yg didapat tidak jauh beda dengan yg didapat di Qatar?
A: tetapi pak menteri malah menjawab agar sepulang dari Qatar agar bisa menciptakan lapangan kerja baru menjadi seorang usahawan yg mampu memberikan lapangan kerja bagi saudara-saudara yg ada di tanah air.

Q: menanyakan sehubungan dg adanya pemalsuan dokumen negara yaitu passport dalam hal umur ataupun nama.
A: bhw itu semua dilakukan oleh oknum dan telah ditindak. Pak menteri menambahkan bhw disiplin masyarakat masih rendah.

Q: agar membebaskan biaya fiskal utk semua calon TKI yg akan berangkat keluar negeri.
A: sangatlah sulit utk dilakukan krn salah satu devisa bagi negara.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad