Belajarlah Sampai ke Negeri Cina - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Belajarlah Sampai ke Negeri Cina

Sepertinya ungkapan itu memang tidak pernah lapuk dimakan waktu. Setidaknya hal ini sungguh valid pada saat aku mengunjungi International Trade Fair di New Qatar International Exhibition Center.

Minggu lalu, aku iseng2 pengen jalan2 ke Qatar ITF. Lalu mobil aku arahkan ke New QIEC. Tetapi aku harus kecewa karena di sana sudah macet dan parkirnya susah abiz. Akhirnya aku langsung muter balik ke rumah lagi.

Beberapa hari kemudian aku coba lagi ke sana. Karena sudah pernah sebelumnya ke sana, aku tidak melalui jalur biasa, tetapi begitu di depan gedung, aku langsung offroad melalui jalan bukan aspal menuju parkiran. Cara ini jauh lebih efisien dibandingkan harus mengantri lewat pintu masuk utama. (He he he... lama2 aku pikir aku ketularan juga org lokal yg suka suka potong kompas, karena males ngantri).

Singkat cerita, setelah melalui angin dingin parkiran, aku pun berhasil masuk ke dalam gedung. Di dalam gedung sudah sangat ramai orang dari beragam suku bangsa. Di atas pun terpajang banner besar yg menunjukkan bendera negara2 yg ikut dalam pameran ini. Negara2 arab dan Afrika umumnya ikut. Sedangkan dari Asia aku lihat ada Pakistan, India, China dan Singapura. Kenapa Indonesia nggak ikut, ya?

Jualan2 yg dipajang pun beraneka ragam. Dari mulai pakaian yang sangat mendominasi, perlengkapan tidur, minya wangi (yang baunya kadang2 bikin mual), sampai dengan peralatan dapur dan mainan anak2.

Yang menarik pada saat aku mencoba menanyakan harga suatu barang ke seorang penjual Cina, dia berusaha memberi harga dengan bahasa Arab. Begitu pula saat orang rab mencoba menawar, dengan tangkasnya mereka memberi jawaban. Menarik, kan? Jauh2 dari Cina mereka berjualan barang2 yg kadang2 menurutku sangat simple, seperti stiker, selimut, dan mainan anak yg harganya beberapa real saja. Kadang2 aku mikir, apakah mereka memang orang dari Cina, atau mereka adalah pedagang yang memang tinggal di Negara Arab.

Terlepas dari itu, memang daya juang mereka patut diacungi jempol. Mereka memang orang2 yg ulet. Terbukti sebagian besar barang yg dijual di ITF tersebut adalah produk Cina. Walaupun itu dijual oleh orang2 arab.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad