Akhirnya lulus juga (Another Driving Test Story) - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Akhirnya lulus juga (Another Driving Test Story)

Setelah menunggu selama lebih dari sepekan (sehabis menamatkan kursus mengemudi selama 7 hari), kemarin pagi saya ditelepon oleh staf Karwa Driving School yang menyampaikan bahwa hari ini saya diminta datang untuk mengikuti tes untuk mendapatkan driving licence di Qatar.

Seperti pengalaman teman-teman lain, jadwal test adalah di subuh hari, mulai jam 5.30. Jadi Saya berangkat dari rumah sebelum shalat subuh, untung dapat taxi yang kebetulan jadwal off-duty nya subuh juga, jadi bisa sampai jam 5 di kantor Mowasalat (perusahaan pemilik 'brand' Karwa). Langsung shalat subuh dulu di Mushalahnya, baru stand by tunggu panggilan tes.

Setelah polisinya siap, dipanggillah para peserta, yang datang 20an orang, satu per satu masuk ke ruangan untuk tes pertama, traffic signs test. Seperti pengalaman teman-teman lainnya, boleh dibilang semua peserta menjalaninya dengan lancar. Saya sendiri ditanyai sekitar 7-8 signs, sempat salah jawab untuk 1 signs tapi cepat ingat, lalu bisa membetulkan jawaban awal. Hasilnya, cuma ada 1-2 orang yang failed di tahapan ini, tidak termasuk saya.

Yang lulus, langsung dikasih berkas masing-masing dan diminta menuju ke lokasi pocket parking, cukup jalan sekitar 200 meter. Di sana, sudah ada petugas Karwa yang merapikan posisi 'cone' yang menjadi patokan tes ini. Tersedia 3 mobil untuk tes, sementara polisi yang mengawasi sambil berdiri cuman 2. Saya dapat giliran kelompok 3 orang pertama. Untung juga sih, karena posisi mobil yang diparkir oleh petugas Karwa sangat ideal (paralel dengan 'cone').

Semua memori pelajaran selama kursus dikeluarkan, mulai dari tahap persiapan (penyetelan kaca spion) sampai jumlah tahapan yang harus ditempuh, saya praktekkan dengan penuh konsentrasi. Walaupun sempat dapat sedikit hambatan karena pedal 'kopling' mobil kurang 'lembut', tapi saya akhirnya berhasil juga masuk dan keluar dengan mulus dari 'pocket' yang disediakan. Berkas lalu diambil oleh petugas Karwa dan diserahkan ke polisi. Saya dipersilahkan naik ke bus, saya sudah gembira saja karena ingat pengalaman teman bahwa yang peserta yang akan mengikuti road test akan diantar pakai bus.

Eh di atas bus, ada 1 peserta (yang mengulang tes) kasih info kalau semua peserta disuruh naik dulu ke bus, nanti dipanggil turun kalau tidak lulus pocket parking. Jadi ragu lagi deh. Untung setelah saya amati, beberapa peserta yang memang melakukan kesalahan pada saat melakukan pocket parking (menyenggol 'cone' atau tidak berhasil memasukkan seluruh body mobil dalam 'pocket') langsung disuruh pulang setelah keluar dari mobil (tidak diminta naik ke bus). Maka yakinlah saya berhasil melewati tahapan tes kedua ini.

Di atas bus, pada saat saya sementara konsentrasi mengingat pelajaran-pelajaran road test, tiba
-tiba petugas Karwa naik dan menunjuk 6 orang yang duduk terdepan, termasuk saya untuk turun lagi. Ternyata kami harus langsung mulai road test langsung dari area 'pocket parking' itu. Saya malah langsung diminta oleh staf Karwa tadi untuk mengemudikan mobil, alias jadi peserta test pertama. Sebelum polisinya naik, saya sudah melakukan persiapan (penyetelan posisi setir, kursi, kaca spion & memakai seat belt). Jadi pas dia naik, tinggal jalan saja. Polisinya 'cool' abis, instruksinya singkat-singkat, left...right...stop, bahkan kadang cuman dengan gerakan tangan saja. Keluar dari kantor Karwa, menuju industrial area, melewati 1 roundabout, sudah, langsung disuruh menepi di kanan jalan lalu peserta kedua (yang duduk di belakang) diminta tukar posisi dengan saya. Sebelum peserta kedua mulai, pak polisi mengisi berkas saya. Kurang jelas sih apa yang dia isi, tapi saya nilai praktek road driving telah saya lakukan dengan mengikuti semua ketentuan yang diajarkan. Setelah kami bertiga selesai, mobil ditepikan di lokasi bus Karwa yang memuat peserta-peserta berikutnya. Kami bertiga turun, 3 berikutnya melanjutkan tes bersama pak polisi.

Setelah semua peserta mendapat giliran, kembali ke kantor Karwa dengan menggunakan bus tadi. Hasil test akan langsung diumumkan di sana. Kami berkumpul di depan kantor, menunggu kedua polisi tadi merampungkan penilaiannya. Yang keluar mengumumkan malah si staf Karwa, dan hasilnya adalah...hanya 2 orang yang gagal, Alhamdulillah, tidak termasuk saya. Saling berjabat tanganlah kami yang lulus, sementara yang gagal langsung mencari penjelasan ke staf Karwa itu mengenai alasan kegagalan mereka. Bukan penjelasan yang mereka dapat, malah langsung diminta menyiapkan biaya QR 150 untuk tes berikutnya. Untuk yang lulus, SIM baru bisa diambil seminggu kemudian, menjadi penutup pengumumannya.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad