Doha ke Al-Khor via Bus, eh Taxi deh - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Tarhib Ramadhan di KBRI Doha 26 Mei 2017 Jam 18-21

Post Top Ad

Doha ke Al-Khor via Bus, eh Taxi deh

Ini pengalaman pendatang baru di Qatar yang belum punya kendaraan pribadi.

Pas lebaran, kami (3 orang yang tinggal di Doha) ingin bersilaturrahim ke rumah teman (yang tinggal di Perumahan RasGas di Al Khor, 40anKM dari Doha). Pilihan transport umum ada 3, mulai dari yang paling murah (bus), menengah (taxi pakai argo) dan mahal (private taxi/charter). Niatnya ingin pakai yang murah meriah, naik bus. Karena lokasi tempat tinggal kami yang berpencar, diputuskan naik taxi dulu (jemput satu per satu) ke Al Ghanim terminal bus di area Al Jasra.

Dalam perjalanan ke sana, sempat ketemu dengan bus No. 102X yang bakalan kami pakai (rutenya terminal - Al-Khor pp). Alamak, full, jangankan duduk, penumpang yang berdiri saja banyak sekali. Kami mulai khawatir, bagaimana yah nanti bisa dapat tempat duduk di bus,. Karena kalau harus berdiri sampai 30 menit (untuk sampai ke Al-Khor), bakalan lumayan pegal juga tuh kaki.

Ternyata firasat kami benar, di terminal bus kami disambut dengan ratusan orang yang sudah antri menunggu bus yang belum datang. Kami mulai mikir, kalau tunggu antrian bisa 2-3 bus lagi baru bisa dapat giliran naik nih. Pas bus berikutnya datang, calon penumpang (yang kebanyakan pekerja "kerah biru" dari Asia Barat) langsung berebut naik. Gayanya sudah tidak pakai aturan lagi, saling serobot. Teman dari Jakarta sampai berkomentar : "Ini mah lebih parah dibanding waktu gua mau mudik dari Terminal Pulogadung". Kami sih langsung cari selamat dulu, minggir ke belakang, kalau tidak bakalan "disapu" oleh gelombang manusia.

Tapi rezeki lebaran ternyata datang juga buat kami. Pas sedang ancang-ancang ke posisi semula, ada sopir taxi (resmi, dari perusahaan Karwa) mendekati teman saya. Mungkin karena penampilan kami yang sedikit lebih "rapi" dibanding calon penumpang bus lainnya, jadi si sopir itu mendekati kami karena yakin kalau kami bisa bayar tarif taxinya. Semula kami agak kaget dan kurang percaya mendengar penawarannya yang cuma QR 40 all in. Sebab yang pernah kami dengar, kalau taxi charteran, minimum chargenya QR 100 untuk rute Doha-Al-Khor one way. Tapi teman yang pertama didekati meyakinkan kami bahwa harganya sudah benar cuma QR 40. Dengan senang hati kami bergegas meninggalkan kesumpekan terminal dan duduk dengan lega di dalam taxi yang sejuk.

Pas mau jalan, si driver menyetel argonya di angka QR 30. Padahal normalnya tarif awal jalan untuk taxi resmi cuman QR 3. Kami minta penjelasan, dijawabnya : "Ini tujuannya agar lampu diatas taxi menjadi mati, membuktikan ada penumpang dan argo jalan". Tapi kenyatannya argonya tidak jalan (kesepakatan tarif fix QR 40 tidak berubah). "Rekayasa Argo" ternyata bukan cuman terjadi di Indonesia saja.

Perjalanan ke Al-Khor ditempuh dengan lancar, saking lancarnya kadang-kadang si driver main terabas saja speed limit yang berlaku di highway, tapi dia tahu juga kalau di situ nggak ada speed camera, jadi tidak bakalan kena fine. Sesampai di pusat kota Al-Khor, drivermau turunkan kami di situ, padahal perumahan RasGas yang menjadi tujuan kami masih 5 km ke depan lagi. Terpaksa nego lagi. Beres, dia mau terima tambahan QR 10 untuk teruskan perjalanan ke sana.

Sesampai di gerbang perumahan, kami membayar dengan ceria, bayangkan bisa nyampai di Al-Khor (secara cepat dan nyaman) dengan biaya cuma QR 50 (patungan bertiga lagi), sebuah penghematan yang lumayan. Si driver juga gembira, pasalnya ternyata ada orang yang butuh taxi lagi nunggu di gerbang itu, lumayan dapat pendapatan balik. Kalau kami tadi jadi pakai bus, bisa dibayangkan capeknya (lama plus berimpitan lagi).

Tidak ada komentar:

Post Top Ad