Back to "normal" traffic - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Back to "normal" traffic

Hari minggu kemarin (21 Okt) adalah hari pertama kembali normal kehidupan di Doha, setelah libur Idul Fitri. Instansi pemerintahan resmi kembali bekerja, begitu juga sekolah. Tentu yang sangat kentara bedanya (terutama dibanding pada saat bulan Ramadhan), adalah arus lalu lintas pada pagi hari.

Intinya, macet terjadi di mana-mana. Dari satu roundabout ke roundabout berikutnya, mobil berjejer, tersendat. Walaupun sudah dikerahkan petugas/polisi lalulintas di hampir semua roundabout, namun tidak banyak membantu. Bahkan jejeran mobil bisa memanjang dari 1 roundabout ke roundabout berikutnya (yang berjarak kurang lebih 2-3 km).

Analisa sementara saya, akar penyebab kemacetan di Qatar ini ada 3. Pertama, sistem transportasi umum yang tidak diperhatikan/tidak diminati. Bus dan taxi, sama nasibnya. Bus, walaupun sudah nyaman (baru dan ber-AC), tapi jadwalnya paling cepat 20 menit sekali, malas nunggunya. Apalagi taxi. Sudah jarang jumlahnya, drivernya kadang2 ugal2an bawa mobilnya. Walhasil, di Qatar ini, punya kendaraan pribadi sama pentingnya dengan pakaian pribadi, sudah menjadi kewajiban pokok, khususnya pekerja kantoran & berkeluarga. Akibatnya, itu tadi, pada saat jam masuk kantor & sekolah, numpuk deh semua kendaraan pribadi di jalan.

Kedua, sistem pengaturan arus lalu lintas yang kebanyakan masih memakai roundabout itu. Walaupun secara bertahap pemerintah Qatar memasang traffic light (atau di sini dikenal dengan istilah signal) di roundabout seperti yang pernah diposting , tapi karena belum massal pemasangannya (terutama blm terpasang di beberapa roundabout dengan tingkat kepadatan lalulintas yang tinggi), jadinya sistem arus lintas ala roundabout standar (tanpa traffic light) masih berlaku. Konsekuensinya, arus lalu lintas bergantung pada subyektifitas pengendara, bukan pada sistem baku (yang berlaku kalau pakai traffic light), yang kebanyakan menimbulkan kemacetan juga, karena masih ada yang tidak tertib (tidak mau mengalah).

Terakhir, mirip2 di Indonesia, sebagian pengemudi mengendara secara aggresive. Melambung dari kanan, memacu kendaraan melebihi batas kecepatan, dan semacamnya, masih menjadi pemandangan sehari-hari di sini. Dari statistik kelihatan hasilnya, tingkat kecelakaan lalu lintas di sini termasuk tinggi. Terbukti dari premi asuransi kendaraan di sini (5%/tahun) lebih tinggi dibanding di Indonesia (yang rata2 3%/tahun). Perusahaan asuransi di sini bisa bangkrut kalau preminya rendah, karena banyaknya kendaraan yang harus diklaim penggantian kerusakannya.

Kembali ke kemacetan tadi, kalau selama Ramadhan, perjalanan dari akomodasi saya ke kantor (yang berjarak kurang lebih 10 km) bisa ditempuh dalam 15-20 menit saja, saat ini, berdasarkan pengalaman 2 hari ini saja sudah menunjukkan trend peningkatan waktu menjadi 2 x lebih lama.

Jadi yang tinggal dan bekerja di Doha, mudah2an bekal sabar hasil Ramadhan masih banyak tersimpan di hati anda, karena anda akan sangat memerlukannya sekarang.

3 komentar:

feabamse mengatakan...

Pertama, sistem transportasi umum yang tidak diperhatikan/tidak diminati. Bus dan taxi, sama nasibnya ===> peminatnya sangat tinggi. bahkan banyak yg sangat berharap pada angkutan bis dan taxi. namun tidak adanya sistem yg jelas misal rute yg tidak jelas, rute tidak dipublikasikan secara luas, change point antar rute yg tidak jelas membuat hampir semua menjadi malah antipati sama angkutan ini. sama seperti bis, taxi juga sama. dari 2000 unit taxi yang dipunyai karwa, hanya 400 yang dioperasikan sehari2 ( lainnya nganggur ??? ) dan 200 diantaranya masuk kandang polisi karena terlibat kecelakaan. praktis hanya 200 yang beroperasi melayani 1 juta penduduk. What the hell ??

Anonim mengatakan...

benar sekali... saya pernah membaca di ql tentang jumlah taxi yang ada di qatar. statistiknya begitu. memang sangat parah. saya sendiri pernah lost saat berangkat kerja saat mencoba naik bis. alhasil saya tersesat 2 jam-an.gak kerja deh akhirnya

Zuhair mengatakan...

Perusahaan transportasi (Mowasalat) masih berbenah katanya. Saya baca artikel di Gulf-Times beberapa hari lalu, Managing Director-nya (bule) bilang dalam beberapa bulan ke depan akan ada perbaikan. Baik dari segi jumlah armada maupun rute (bis) yang akan dilayani oleh mereka. Mudah2an menjadi kenyataan.

BTW, untuk anonim, saya juga pernah "sedikit" tersesat waktu naik bus. Untungnya waktu itu cuma leisure travelling, jadi dinikmatin aja.

Post Top Ad