Driver License Test (Real Story) - Tentang Qatar

Tentang Qatar

Anything about Qatar, for YOU!

Qatar Agenda

Post Top Ad

Driver License Test (Real Story)

Fyuh.... sudah lima hari nggak nge-blog. Rasanya kangen berat. Thanks to this blog, krn aku bisa curhat dengan bebas.
Seminggu ini aku nyiapin test untuk SIM. Beneran ujian. Step by step. Jadinya cukup melelahkan, karena harus kursus dulu. Banyak teman2 yg harus test dua sampai tiga kali baru bisa lulus. Wajar dong aku stress berat. Kalau sampai failed, rasanya gimana . . . gitu.
Aku sudah daftar test dua minggu yang lalu. Sebenernya bbrp teman menyarankan agas testku dipercepat, karena toh di jakarta aku sudah nyetir. Penyesuaian cuma butuh satu atau dua hari doang. Cuma hati kecilku berkata bhw aku harus sabar melewati satu per satu step ini. Jangan terlalu nafsu dan buru2.
Satu hari sebelum hari H, aku konfirmasi ulang ke bagian registrasi. Biasa, karena masih paperfull (kebalikan paperless), jadi kemungkinan ketelingsut sangat besar. Alhamdulillah namaku terdaftar di list tersebut. Sayangnya aku dapat bagian jam 2 siang. Aku coba minta pagi nggak dikasih. Ya sudah.
Karena jadwalnya jam dua, aku datang lebih awal, dgn harapan bisa ngantri lebih sedikit. Ternyata loketnya belum buka, dan aku harus menunggu. Untungnya satu botol air mineral setia menemaniku. Maklum, lagi panas banget.
Akhirnya aku dengar ada orang kumpul2, langsung aku dekati. Ternyata sudah ada antrian pendek untuk mengambil berkas. Alhamdulillah, aku gak perlu ngantri terlalu panjang. Karena banyak rekan2 lain yg harus ngantri panjang di belakang karena telat ngantri.
Di loket pendaftaran tingggal ditunjukin nota bayar test, langsung dikasih berkas testnya. Habis itu aku coba cari2 antrian lain, dan tanya2 dimana test untuk signal (rambu2). Aku langsung mendapatkan tempatnya, dan ikut antri. Lagi2 aku dapat urutan yg cukup ok.
Setelah sampai di depan, langsung Pak polisi tunjuk bbrp rambu2 yg harus dijawab dengan tepat. Alhamdulillah lancar, walaupun tersendat di bbrp rambu. Maklum pakai bahasa inggris dan otaknya masih Pentium II. Setelah selesai, Pak Polisi cuma bilang selesai. Dia gak bilang harus ngapain. Jadi aku bingung setengah mati. Apakah aku lulus? failed? Tanya2 org, rata2 bingung juga. Aku coba telpon teman, katanya tunggu aja. Akhirnya aku tunggu aja. Pasrah. Allah sudah mengatur semuanya. Sementara air mineralku sudah menipis.
Setelah semua orang di-test rambu2, akhirnya datanglah petugas yg membawa banyak berkas, untuk orang2 yg lulus. Nama2 dipanggil untuk test parkir. Alhamdulillah aku salah satu diantaranya. Tidak percuma libur nulis blog untuk menghafalkan marka jalan.
Tapi aku jadi bingung. Mobil mana yg harus aku pakai? Semuanya terpakai. Ada satu mobil nganggur, tapi aku gak yakin apakah ini boleh dipakai? Akhirnya salah satu orang di sana memberi aba2 agar aku masuk ke mobil itu. Aku coba majukan mobil itu, agak sedikit kurang enak. Aku sendiri belum yakin. Mungkin karena aku grogi.
Kemudian aku ngantri di parkir L. Dan dengan mulus melakukan parkir L. Hanya pas sampai di bawah ketika ingin mundur, kopling mobil bergetar. Kembali aku pikir karena aku grogi.
Aku langsung di arahkan ke parkir pocket. Sebenarnya aku sudah praktek bbrp kali parkir ini. Tetapi kopling mobil yg bergetar benar2 membuat aku kesulitan. Ini bukan karena aku grogi. Tetapi memang ada masalah di kopling. Walaupun dengan rasa percaya diri yg menurun. Setelah selesai, aku diminta mengembalikan mobil ke tempat semula. Trus ngapain?
Habis test parkir aku grogi berat. Dadaku berdegup kencang. Selain karena capek ngurusin kopling yg bermasalah, aku juga jadi ragu ttg performance testku. Untungnya masuk waktu Ashar, aku sempat sholat dan berdoa agar Allah mempermudah jalanku.
Setelah menunggu satu jam lebih, setelah semua peserta selesai test, akhirnya pengumuman pun dimulai. Semua peserta yg lolos diminta masuk ke bis untuk road test. Aku sudah pasrah. Krn memang test parkirku tidak sebagus yang aku harapkan.
Tak dinyana2 ternyata namaku dipanggil di urutan 3 dari paling bawah. Aku langsung masuk bis untuk ikut road test.
Di bis dadaku deg2an gak karuan. Aku coba tenangkan diri. Stlh aku bisa tenang, baru aku maju ke mobil test. Untungya dapat polisi yg baik. Dia cuma minta belok kanan dua kali, salah satunya round about, lalu belok kiri. Selesai.
Untuk road test, aku cukup pede, karena berjalan dengan ckp baik. Dan namaku dipanggil sebagai peserta yg lulus test. Alhamdulillah.

Pelajaran penting:
- Konfirmasi ulang sebelum ujian
- Bawa persediaan makan dan minuman
- Datang seawal mungkin
- Test dulu mobil sebelum dipakai

Tidak ada komentar:

Post Top Ad