By Syarif Achmad on 7/12/2009 02:52:00 AM
Categories: ,

Setelah beberapa lama membawa mobil di Jakarta, mau tidak mau aku mulai membandingkannya dengan gaya nyetir di Doha. Bak kata pepatah: "Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya". Ada beberapa kemiripan dan perbedaan yang dapat menggambarkan situasi jalanan di kedua kota sebagai berikut:

  1. Jalanan di Doha didominasi oleh mobil-mobil ber-cc besar, sekelas LandCruiser yang hobi ngebut. Sedangkan di Jakarta, jalanan dipenuhi oleh motor yang senang menyelip diantara mobil-mobil dalam kemacetan lalu lintas. Kedua-duanya membuat sopir lainnya deg-degan takut ketabrak/keserempet.
  2. Kalau di Doha, bila ada tanda batas kecepatan maksimum 80km/jam, maka si sopir akan nyetir dengan kecepatan lebih dari itu, kecuali bila ada radar. Lain halnya dengan Jakarta. Walaupun di jalan tol ada patokan maksimum 80km/jam, tetap si sopir hanya bisa pasrah ngebut maksimum 60km/jam, karena macet.
  3. Di Doha, kalau ada yang nyerobot atau menyalip asal-asalan, kemungkinan besar akan diomel-omelin oleh sopir mobil di dekat itu sambil tangannya menari-nari tanda protes. Sedangkan kalau di Jakarta, setelah menyerempet spion mobil lain, biasanya pengendara motor melambaikan tangan sambil senyum tanda minta maaf. Sedangkan mobil yg keserempet cuma bisa ngedumel karena motornya sudah kabur jauh.
  4. Begitu lampu merah berubah menjadi hijau, otomatis klakson mobil di Doha berbunyi, terutama bagi sopir-sopir mobil-mobil besar. Sedangkan di Jakarta, klakson berbunyi tiga detik sebelum lampu hijau menyala. Sepertinya sopir-sopir Jakarta faham betul kapan lampu merah berganti menjadi hijau.
  5. Pada saat memasuki bundaran atau roundabout, sopir Jakarta cenderung melambat, sedangkan sopir Doha akan tancap gas.
  6. Sopir Doha saat ini sudah mulai takut untuk melanggar lampu lalu lintas (karena takut kena denda yang lumayan tinggi), sedangkan untuk sopir Jakarta melanggar lampu lalu lintas itu sudah menjadi hal yang biasa (kalau tidak ada polisi).
  7. Parkir di Jakarta harus bayar, kalau di Doha gratis (kecuali di beberapa lokasi tertentu seperti bandara).
Apa lagi, ya?

By Syarif Achmad on 7/01/2009 04:37:00 PM
Categories:

Warnet di Bekasi, hampir jam 9 malam WIB. Sejak sampai di Indonesia akses internet jadi sulit, padahal banyak penawaran bagus dari macam2 ISP. Tapi memang untuk bisa settle butuh waktu. Beberapa hari ini aku hanya bisa menikmati internet dari layar 2inch HP-ku. Jadi baru hari ini aku bisa menikmati internet "layar lebar", itu pun di warnet hiks....

OK. Aku akan mulai ceritaku begitu pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hatta. Setelah menikmati layanan Emirates yang terhitung bagus, akhirnya pesawat Boeing itu pun bisa mendarat dengan sangat soft. Kata temanku "Pilotnya psti orang Indonesia (hi... ge-er)"

Begitu sampai dibandara, kami langsung mengantri di imigrasi dan melaluinya dengan mulus. Berbeda dengan rekan-rekan TKI yang sempat bercerita kepada kami saat menunggu bagasi. Ada yang dimintai 500 ribu karena kehilangan arrival form dan ada yang harus merogoh kocek sebesar 300ribu rupiah karena passport mendekati akhir masa berlaku. Aku tidak tahu aturan mana yang memberikan kewenangan petugas-petugas itu untuk menarik uang sebesar itu. Padahal jelas-jelas di samping bagian cek imigrasi tersebut tertulis "Selamat Datang Pahlawan Devisa". Beginikah bangsa Indonesia memperlakukan pahlawannya? Menyedihkan. Aku jadi teringat saat transit di Dubai, dimana kami bertemu rombongan pejabat, yang aku perkirakan anggota DPR yang terhormat yang baru pulang dari studi banding. Mereka banyak berdiskusi mengenai perlakuan TKI di bandara Soekarno Hatta. Hai Bapak/Ibu Yth, mohon obrolan mengenai pembelaan TKI di bandara Dubai tersebut bisa diteruskan sampai ke ruang sidang segera, jangan hanya terbuang bersama plastik belanjaan duty free anda.

Di bagian bagasi, kami pun harus dikecewakan dengan layanan yang membutuhkan waktu hampir dua jam untuk mendapatkan semua bagai kami. Padahal Daris sudah merengek kehausan dan Danang duduk kecapaian di troli, bosan menunggu bagasi yang tidak kunjung datang. Aku terus terang malu, karena sudah berusaha mempromosikan wisata Indonesia ke rekan-rekan kerja di Qatar. Bayangkan kalau mereka jadi ke Indonesia dan mengalami kejadian ini. Ternyata hal ini tidak hanya terjadi padaku. Rekan lain yang datang sehari sesudah itu mengalami kejadian yang persis sama.

Untungnya kekecewaanku sempat terobati dengan ramahnya pelayanan rumah makan siap saji di bandara dan taksi, walaupun sempat kaget bahwa harga makanan di Indonesia sudah mengalami kenaikan yang bisa dibilang signifikan. Setelah itu kami menyusuri jalanan Jakarta yang cukup lancar, karena di akhir minggu sambil terkantuk-kantuk karena kurang tidur.

By Syarif Achmad on 6/27/2009 01:57:00 AM
Categories:

Dubai Airport, 3am. Walaupun lemot luar biasa, paling tidak di Dubai Airport ada wifi gratis yg bisa dimanfaatkan buat posting.

Alhamdulillah hari yang dinanti datang juga. Waktu liburan pulang ke kampung halaman memang sesuatu yang dinanti-nanti. Setelah sekian lama meninggalkan negri tercinta dengan alamnya yang indah dan makanannya yang enak, rasanya tidak sabar untuk segera sampai di Indonesia.

Sebelum berangkat, seharian aku melakukan pengecekan ulang dokumen-dokumen. Sayangnya kurma segar yang aku cari belum ada di pasar-pasar. Mungkin belum musim kali ya?

Di bandara Doha terasa cukup ramai malam ini. Antrian mobil pengantar lebih dari hari-hari biasa. Selain itu, banyak sekali kami menjumpai rekan-rekan Indonesia yang pulang pada saat yang bersamaan. Memang liburan sekolah baru saja dimulai.

Pengalaman pertama yang menarik adalah pelayanan checkin yang kurang nyaman. Padahal biasanya pelayanan Emirates cukup bagus. Tidak tahu kenapa tuh. Mungkin si mbak lagi bete 'kali.

Pengalaman lainnya adalah pada saat masuk imigrasi dimana petugas seperti biasa sibuk berbicara sendiri. Aku pikir ngomong sama aku, ternyata ngomong sama handsfree. Kesian deh gua...

Untungnya pelayanan di atas pesawat cukup bagus dengan makanan yang enak-enak. Sengaja siang tadi aku minta anak-anak tidur siang agar malam ini bisa begadang. Daripada harus menggendong di bandara Dubai yang besar banget.

Oke deh. Doakan perjalanan kami berjalan dengan lancar dan kembali bisa menikmati pecel dan gudeg. Bagi yang di Qatar, kami ucapkan selamat menikmati summer sale dan entertainment city.

By Syarif Achmad on 6/22/2009 07:45:00 AM
Categories: ,

Walaupun jauh dari kampung halaman, setiap tahun warga negara Indonesia di Qatar tetap mengadakan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tikda jauh dengan suasana di Indonesia, di Qatar juga diadakan beragam lomba, terutama lomba olahraga dan seni. Tentu saja, tidak ada lomba panjat pinang.

Mengingat pada saat liburan banyak warga yang pulang kampung untuk menikmati cuaca Indonesia yang nyaman, maka jangan heran kalau perlombaan sudah dimulai sekarang. Salah satunya adalah yang baru saja di rilis oleh Gulf Times, mengenai lomba bowling yang juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Qatar, Bapak Rozy Munir.

Adapun puncak acaranya akan diadakan pada tanggal 27 Juni 2009 di Al Khor Community mulai dari pagi sampai malam harinya, yang akan diisi dengan beragam lomba seni dan hiburan.

Dirgahayu Indonesiaku

By Syarif Achmad on 6/21/2009 06:21:00 PM
Categories: ,

Salah satu kesibukan sebelum mudik adalah mencari oleh-oleh. Kebetulan toko-toko sedang pada sale, jadi aktifitas mencari oleh-oleh pun menjadi semakin seru. Tetapi sayangnya, untuk mencari souvernir khas Qatar tidaklah mudah sebagaimana daerah-daerah tujuan wisata dimana kita sangat mudah menemukan souvenir di semua penjuru.

Pada posting terdahulu sempat dibahas beberapa lokasi tempat mencari souvenir. Berikut ini informasi yang lebih up to date:

  • Souq Waqif. Tentu saja di sini bisa ditemukan beragam souvenir, karena memang di sini merupakan pusat wisata. Walaupun begitu, sepertinya harganya terbilang cukup mahal. Selain souvenir, di sini juga tersedia beragam coklat yang memang sering dipakai sebagai hadiah oleh orang arab.
  • Expo Center di City Center Mall lantai paling atas. Di sini tersedia magnet kulkas, hiasan dinding, kotak perhiasan, hiasan meja dan lain-lain. Harga sedang, apalagi kalau lagi sale.
  • Hallmark. Toko ini sebenarnya menjual mainan, tetapi ada juga oleh-oleh berupa hiasan lemari dan kaos buat anak-anak. Harganya cukup mahal, tetapi barang yang dijual mempunyai kualitas yang cukup bagus. Lokasinya ada di Landmark Mall, Villagio Mall dan City Center Mall
  • Qatar Souvenir. Ini merupakan stand kecil di Villagio Mall tidak jauh dari Virgin Megastore. Cukup banyak barang-barang dengan tulisan Qatar yang bisa ditemui di sini, seperti kaos, pena, gantungan kunci, mug dan lain-lain. Kualitas barangnya bisa dibilang bagus, tentu saja ini harus dibayar dengan harga yang cukup mahal.
  • Qatar Olympic juga ada di Villagio di bagian antara "sungai" dengan ice ring. Sesuai namanya, stand kecil ini menjual barang-barang yang berhubungan dengan tim olahraga Qatar.
  • Carrefour. Kita bisa mendapatkan kaos dengan tulisan Qatar dengan harga sekitar 20QR di Carrefour. Selain itu juga terdapat beragam pilihan tas kain wanita dengan tulisan Qatar dengan harga cukup miring di sini.
  • Ramez. Tokonya ada di belakang Jarir dan di Airport Road. Di sini banyak tersedia macam-macam barang khas arab dengan harga cukup miring.
  • Rawnaq. Rawnaq juga menjual barang-barang khas Qatar, seperti kristal, hiasan dinding, bendera, dengan harga cukup murah. Toko Rawnaq bisa ditemukan di Airport Road, Bin Omran dan Markhiya.
  • Al Shaheen. Toko ini mempunyai koleksi yang mirip dengan Expo yang ada di City center. Mungkin kedua toko ini masih satu grup. Bedanya adalah, harga di Al Shaheen bisa mencapai 2/3 atau 1/2 harga Expo. Lokasinya ada di Muntazah dan Bin Omran.

Selamat berburu oleh-oleh

By Syarif Achmad on 6/19/2009 07:45:00 AM
Categories: ,

Kemarin ada debat calon presiden Republik Indonesia putaran pertama. Acara ini disiarkan oleh TransTV. Selanjutnya acara akan dilakukan di stasiun televisi swasta lainnya.

Kalau di Indonesia sih tidak ada masalah, karena TransTV bisa dengan mudah diterima. Sedangkan di luar negeri cukup sulit. Walaupun aku pernah publish mengenai link Live Streaming TV Indonesia, ternyata banyak yang sudah tidak valid dan juga kalau pun valid gambarnya tidak keluar.

Setelah mencoba beragam link dan googling, termasuk pasang status di FB, akhirnya aku bisa nonton dengan memakai link yang disediakan dennyshotspot.com. Berikut ini list lengkapnya, untuk nonton debat putaran kedua atau untuk sekedar nonton sinetron yang mungkin lebih menarik. Di sini tidak hanya tersedia TransTV, tetapi juga hampir semua televisi Indonesia, seperti RCTI, MetroTV, dan lain-lain.

http://www.tvchannelsfree.com/channels/37/Indonesia
http://v2.binus-access.com/newportal-tes/Bee-Watch.html
http://www.binus-access.com/bee-watch/index.php
http://www.dennyshotspot.com
http://www.imediabiz.tv/
http://www.mediahopper.com/
http://www.startindonesia.com/tv.htm
http://televisindo.blogspot.com/
http://www.jakartacityview.com

Kalau tidak sempat nonton acara semalam, ada yang sudah upload ke youtube beberapa menit setelah acara selesai:
http://www.youtube.com/watch?v=RcNGbEtj3LA

Selamat menonton

By Syarif Achmad on 6/16/2009 03:40:00 PM
Categories:

Seperti yang diberitakan Reuters, Qatar sudah mengumumkan adanya kasus flu babi (swine flu) pertama di Qatar. Kasus ini mengenai dua anak yang datang dari US dan Austria. Walaupun begitu, situs informasi flu babi yang dibuat Hamad Hospital belum juga terupdate dengan informasi terbaru ini.

Beberapa waktu yang lalu, Kuwait dan UAE sudah menyatakan adanya kasus flu babi di negara-negara tersebut. Semoga saja pemerintah bisa melakukan tindakan pencegahan agar virus ini tidak menyebar luas.

By Syarif Achmad on 6/09/2009 10:35:00 AM
Categories:

Mulai akhir minggu nanti akan ada acara di Doha Exhibition Center, yaitu Doha Trade Fair. Isinya mirip-mirip Jakarta Fair gitu lah, yaitu stand yang berisi jualan. Bedanya adalah sebagian besar peserta yang memasang stand berasal dari luar Qatar. Berikut ini penggalan berita yang direlease Gulf-Times:

The second edition of the Doha Trade Fair, described as the “biggest shopping event” in Qatar this season, will get underway at the Doha Exhibitions Centre from Thursday.

There will be 514 stands displaying a wide range of products and services from 400 exhibitors from more than 20 countries in addition to two dozen Qatar-based companies.

Visitors can choose from the latest in clothes, curtains, food, accessories, home supplies, decorations, games, sport equipments, art crafts and furniture of international brands from several countries including Australia, Canada, the Czech Republic, Italy, Korea, Thailand and Turkey.


Berdasarkan pengalaman tahun lalu, sebagian besar yang dijual adalah parfum, pakaian dan perlengkapan rumah tangga. Siapa tahu tahu ini sudah banyak perubahan, sehingga barang yang dijual lebih beragam dan lebih menarik. Acara ini akan dibuka mulai hari Kamis yang akan datang selama 10 hari. Setai hari buka jam 11pagi sampai 10 malam, kecuali jumat mulainya jam 4 sore sampai jam 11 malam.

Search